Home / Lubuklinggau / Sumsel

Selasa, 19 Mei 2020 - 13:18 WIB

Pertamina MOR II Sumbagsel Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

LUBUKLINGGAU, SH – Pandemi Covid 19, masih melanda negeri ini. Namun, semangat Pertamina masih tetap terus terjaga untuk menjalankan tugas dan amanahnya menyediakan energi untuk masyarakat. Tim Satuan Tugas Ramadhan – Idul Fitri – Cofid 19 (Satgas Rafico) tahun 2020 yang telah bekerja sejak 8 April lalu hingga 8 Juni nanti, tetap mengedepankan standar protokol kesehatan dalam menjalankan tugasnya.

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung dan Lampung dalam keadaan aman. Seluruh agen peyalur tetap disiagakan agar dapat terus melayani kebutuhan masyarakat. Selain itu, Pertamina Delivery Service (PDS) pun hadir guna memudahkan masyarakat untuk mendapatkan BBM dan LPG dengan tetap di rumah saja.

“Segala upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM dan LPG terus dilaksanakan. Produksi dari kilang Pertamina Refinery Unit (RU) III Plaju hingga pendistribusian produk BBM dan LPG ke 5 propinsi di wilayah Sumbagsel kami pastikan dalam keadaan aman. Pertamina juga berharap, masyarakat tetap mengikuti himbauan pemerintah untuk di rumah saja dan memanfaatkan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) melalui Pertamina Call Center 135 atau whatsapp ke 08111350135,” tutur Region Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.

Baca Juga :  Holding Migas Resmi Berdiri

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, tak dapat kita hindari bahwa telah terjadi perubahan pola konsumsi di masyarakat. Tingkat konsumsi BBM dan LPG mengalami penurunan yang signifikan.

“Seperti halnya produk Gasoline (Perta series), rata-rata konsumsi dari bulan April hingga Mei 2020 jika dibanding rerata kondisi normal, produk-produk ini mengalami penurunan mencapai rata-rata di wilayah Sumbagsel yaitu 22,6% dengan penurunan tertinggi terjadi di Sumatera Selatan. Dan untuk produk-produk Gasoil (Dex series) penurunan konsumsi pada bulan yang sama mencapai 13,2% dengan penururan konsumsi tertinggi terjadi di wilayah Bangka Belitung,” jelas Rifky.

Sedangkan anjuran untuk di rumah saja, turut mendukung perubahan pola konsumsi LPG di masyarakat. Meningkatnya konsumsi LPG PSO mencapai 4.1% terhadap konsumsi normal, LPG Non PSO rumah tangga naik 1,8%, namun konsumsi LPG Non PSO Non rumah tangga turun drastis hingga 40.6%.

Baca Juga :  PHR Zona 4 Optimalkan Teknologi Digital dan Kolaborasi Strategis

Khusus Sumatera Selatan keadaannya tidak jauh berbeda BBM, baik produk Gasoline dan Gasoil mengalami penurunan. Rata-rata konsumsi produk gasoline di Bulan April dan Mei dibandingkan kondisi normal di Sumatera Selatan mengalami penurunan hingga 24,1%, sedangkan gasoil turun12,7%. Tren yang sama juga terjadi terhadap LPG, untuk LPG PSO 3 Kg meningkat sekitar 3,9% dan LPG NPSO rumah tangga juga meningkat sekitar 3,8%. Sedangkan untuk LPG NPSO non rumah tangga turun mencapai 48,6%.

“Dengan melihat kondisi saat ini, Pertamina mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi semua himbauan pemerintah guna mempercepat pemutusan rantai penyebaran virus Covid-19. Dan mohon doa dan dukungannya agar Pertamina dapat terus menjalankan amanahnya dalam mengantarkan energi untuk negeri,” tutup Rifky.

Editor: J. Silitonga

Bagikan:

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Dorong Realisasi Pengeboran, SKK Migas – KKKS Sumbagsel Monitoring Kesiapan Tajak Sumur

Musi Rawas

Dirgahayu RI ke 80, Wabup Musi Rawas Jadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera

Musi Rawas

Pemkab Musi Rawas Raih Juara Kedua Kepala Daerah Inovatif se-Provinsi Sumsel

Musi Rawas

Audiensi Bersama HMI, Wabup Musi Rawas Dukung Kegiatan Intermediate Training dan Senior Course

Lubuklinggau

Rakor HLM, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Musi Rawas

Mr X Hanya Gunakan Celana Dalam Ditemukan Tewas

Advertorial

Seminar GAP dan Digitalisasi Petani, Dorong Budidaya Sawit Berkelanjutan di Musi Rawas

Musi Rawas

AKBP Andi Supriadi : “Informasi ke Masyarakat Harus Valid”