Home / Musi Rawas / Potret

Senin, 8 Juni 2026 - 23:48 WIB

Dari Sumur Gas ke Dapur Warga: Efek Berganda Hulu Migas Berikan Manfaat Nyata Warga Musi Rawas

Keluarga Kecil Usman warga Desa Bangun Rejo melakukan aktivitas memasak dengan memanfaatkan Jargas Rumah Tangga

Keluarga Kecil Usman warga Desa Bangun Rejo melakukan aktivitas memasak dengan memanfaatkan Jargas Rumah Tangga

Penulis: Jhuan Silitonga

Api biru menyala tenang di atas kompor milik Usman. Pagi itu, seperti biasa, pria berusia 38 tahun dengan penampilan sederhana, sibuk menyiapkan sarapan untuk istri dan dua anaknya di rumah semi permanen milik keluarga kecil mereka di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

Tak ada kekhawatiran gas habis saat memasak. Tak ada lagi cerita antre di pangkalan atau berkeliling mencari tabung LPG 3 kilogram yang langka. Kini, gas yang digunakan Usman mengalir langsung dari perut bumi Musi Rawas menuju dapurnya melalui jaringan pipa gas.

“Kalau soal stok gas, kami tidak khawatir lagi karena sudah terpasang jargas yang langsung dari sumur gas,” ujar Usman saat di temui di rumah nya, Rabu (3/6/2026).

Bagi karyawan PT PHML itu, jaringan gas rumah tangga atau jargas bukan sekadar fasilitas energi. Kehadiran gas bumi telah mengubah rutinitas keluarganya menjadi lebih nyaman, lebih hemat, dan lebih pasti.

Di balik nyala api kompor itu tersimpan sebuah cerita besar tentang bagaimana sektor hulu minyak dan gas bumi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui efek berganda yang langsung dirasakan hingga tingkat rumah tangga.

Gas Bumi Mengalir ke Rumah Warga, Hemat Pengeluaran dan Efektif Penggunaan

Petugas Pertagas Niaga melakukan pengecekan Jargas Rumah Tangga di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel

Sebagai daerah penghasil migas, Kabupaten Musi Rawas menjadi salah satu wilayah yang mendapat program pembangunan jaringan gas rumah tangga dari pemerintah. Program tersebut dimulai pada tahun 2018 melalui pembangunan 5.182 sambungan rumah (SR) yang tersebar di 10 desa Kecamatan Sukakarya.

Peresmian pengoperasian jargas dilakukan pada 15 Maret 2019 di Desa Rantau Alih, Kecamatan Sukakarya. Pengoperasian jaringan tersebut memanfaatkan sumber gas yang berasal dari sumur PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field dengan volume sekitar 0,2 MMSCFD.

Program kemudian berlanjut pada tahun 2020 dengan pembangunan tambahan sebanyak 4.809 sambungan rumah di tujuh desa Kecamatan Tuah Negeri. Hingga saat ini total sebanyak 9.999 rumah tangga di 17 desa telah menikmati layanan jaringan gas bumi.

Koordinator Lapangan Jargas PT Pertagas Niaga Musi Rawas, Ari Sobaryadi, mengatakan pembangunan jargas merupakan salah satu bentuk pemanfaatan langsung hasil produksi migas bagi masyarakat.

“Saat ini ada 9.999 rumah tangga yang terpasang jargas bumi yang tersebar di Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Tuah Negeri,” katanya.

Menurut Ari Sobaryadi, pelanggan jargas di Musi Rawas dikenakan tarif sekitar Rp4.250 per meter kubik. Dengan tarif tersebut, rata-rata tagihan pelanggan rumah tangga hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per bulan, tergantung tingkat pemakaian.

“Kalau menurut saya dan pelanggan, jauh lebih hemat. Rata-rata warga sebulan pemakaian sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Kalau yang punya usaha atau rumah makan tentu lebih irit lagi dibanding menggunakan tabung gas,” jelas Ari.

Bagi keluarga dengan pendapatan terbatas, penghematan puluhan ribu rupiah setiap bulan menjadi nilai yang sangat berarti. Selain lebih hemat, jargas menghadirkan kenyamanan yang selama ini sulit diperoleh pengguna LPG. Pasokan gas tersedia selama 24 jam tanpa harus khawatir kehabisan. Warga tidak lagi bergantung pada distribusi tabung gas maupun antrean di pangkalan.

Baca Juga :  SKK Migas Kejar Realisasi Komitmen Program Kerja KKKS

“Warga lebih aman dan lebih nyaman. Tidak perlu susah mencari gas pagi, siang, maupun malam. Tidak perlu kepanasan atau kehujanan mencari tabung gas. Jargas tersedia 24 jam terus menerus,” ujar Ari.

Dari sisi keamanan, jelasnya, tekanan gas dalam jaringan juga lebih rendah dibandingkan tekanan gas pada tabung LPG. Kondisi tersebut membuat risiko penggunaan menjadi lebih terkendali apabila dibandingkan dengan penyimpanan gas dalam tabung bertekanan tinggi.

Sementara bagi Usman, yang mengandalkan pendapatan gaji bulanannya, sejak adanya Jargas, merasa sangat terbantu, dengan pengeluaran yang lebih ringan berarti lebih banyak dana yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan pendidikan kedua anaknya.

“Keberadaan jargas ini sangat membantu kami warga desa karena selain murah dan praktis juga cukup efektif,” katanya.

Manfaat yang paling terasa, bagi Usman adalah penghematan biaya rumah tangga. Jika sebelumnya harus membeli LPG tabung 3 kilogram secara berkala, kini kebutuhan memasak keluarganya dapat terpenuhi dengan biaya yang lebih rendah.

“Sebelumnya kami pakai gas 3 kilogram. Meskipun subsidi, masih terasa boros. Dengan penggunaan Jargas, lebih hemat rata-rata pemakaian perbulannya dikisaran Rp.25 ribu hingga Rp.30 ribu,” tuturnya.

Dari Program Nasional Menjadi Manfaat Nyata Gerakan Ekonomi Daerah

Jargas rumah tangga di Musi Rawas merupakan salah satu contoh nyata efek berganda di sektor hulu migas. Aktivitas eksplorasi dan produksi migas yang dilakukan perusahaan di wilayah kerja tidak hanya menghasilkan energi untuk kebutuhan nasional, tetapi juga memberikan manfaat, kenyamanan dan penghematan langsung kepada masyarakat sekitar.

Efek berganda hulu migas ini juga tidak berhenti pada sektor energi. Keberadaan industri migas juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui terciptanya lapangan kerja, penggunaan barang dan jasa lokal, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Aktivitas industri migas di daerah ini juga menghadirkan perputaran ekonomi baru yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar di wilayah operasi. Karena itu, keberadaan migas tidak hanya memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas, Teddy Lazuardi, menilai program jaringan gas rumah tangga merupakan salah satu program pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, sejak dibangun menggunakan dana APBN pada 2018 dan 2020 di Kecamatan Sukakarya dan Tuah Negeri, program tersebut telah memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

“Program ini sangat baik karena manfaatnya langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dampaknya bukan hanya untuk kebutuhan energi rumah tangga, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya, Senin (8/6/2024).

Teddy menjelaskan, sejak awal pemerintah melihat jargas sebagai bentuk keberlanjutan pemanfaatan sumber daya migas yang dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Selain menghadirkan energi yang lebih mudah diakses, program tersebut juga mampu menekan pengeluaran rumah tangga sehingga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Ia menilai manfaat tersebut sangat terasa terutama bagi pelaku usaha kecil dan UMKM yang membutuhkan pasokan energi secara terus-menerus dengan biaya yang lebih terjangkau.

Baca Juga :  Stand Booth SKK Migas dan KKKS Juara Satu Stand Terbaik di Sriwijaya Expo 2024

“Ini menjadi efek berganda dari sektor migas. Masyarakat tidak lagi kesulitan mencari gas, biaya lebih ringan, dan usaha kecil juga terbantu,” katanya.

Sementara dari sisi lingkungan, Teddy menilai penggunaan gas rumah tangga merupakan langkah positif karena menjadi salah satu bentuk pemanfaatan energi yang lebih efisien dan mendukung pengelolaan energi yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program jargas di dua kecamatan tersebut seharusnya menjadi dasar untuk memperluas cakupan layanan ke kecamatan lain di Kabupaten Musi Rawas, terutama yang berada di sekitar kawasan produksi migas. Apalagi saat ini masyarakat masih sering menghadapi persoalan kelangkaan LPG di berbagai daerah.

“Program seperti ini memang perlu dikembangkan dan diperluas. Harapan kami, daerah-daerah lain di Musi Rawas yang dekat dengan wilayah produksi migas juga dapat menikmati manfaat yang sama, karena awal perencanaan, program ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Musi Rawas,” ujarnya.

Menurutnya, potensi pengembangan masih terbuka karena keberadaan sumber gas dari wilayah kerja migas di Musi Rawas dan sekitarnya cukup mendukung untuk perluasan jaringan di masa mendatang.

Di sisi lain, Teddy mengingatkan bahwa seluruh aktivitas industri migas harus tetap memperhatikan aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga kelestarian lingkungan agar manfaat sektor migas dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

“Sebagai daerah penghasil migas, sudah selayaknya kita menikmati hasilnya. Semua butuh proses,” kata Teddy.

Dari Perut Bumi Menjadi Harapan, Senyum Warga Gapai mimpi dan cita-cita

Warga Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas melakukan aktivitas memasak menggunakan Jargas Rumah Tangga

Bagi sebagian orang, gas bumi mungkin hanya angka produksi dalam laporan industri energi. Namun bagi Usman dan ribuan keluarga lainnya di Musi Rawas, gas bumi adalah kenyamanan saat memasak, penghematan pengeluaran rumah tangga, dan kepastian bahwa kebutuhan energi tersedia setiap saat.

Pada akhirnya, sumur migas yang beroperasi jauh di lapangan produksi, mengalirkan energi berupa gas melalui pipa ke dapur warga, dan aliran energi tersebut terdapat sebuah mata rantai manfaat yang menunjukkan bahwa sektor hulu migas mampu menghadirkan kesejahteraan yang nyata.

Efek Berganda Hulu Migas bagi Kabupaten Musi Rawas yang berslogan Bumi Lan Serasan Sekentanan, bukan hanya sekedar konsep pembangunan namun Ia juga hadir setiap hari melalui nyala api biru yang terus menyala ke dapur warga.

Harapan ini juga bukan hanya bagi masyarakat pengguna jargas di dua kecamatan, Suka Karya dan Tuah Negeri. Namun ribuan warga di kecamatan lainnya juga berharap api biru dari pipa gas bumi juga mengalir ke dapur mereka, terutama di wilayah kerja operasi perusahaan migas yang berada di kecamatan lainnya.

Usman dengan keluarga kecilnya pun kini tersenyum ceria, dua buah hati kesayangan mereka, dapat merasakan hangatnya teh manis dari api biru jargas.

Dari tatapan mata Usman melihat kedua anaknya, terbesit sebuah harapan untuk mewujudkan cita-cita sang buah hati dan cerita panjang bagaimana energi yang di hasilkan dari daerah tempat dia tinggal memberikan manfaat yang nyata bagi keluarga kecilnya dan ribuan warga yang menikmati program jargas tersebut.

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

Perintah Prabowo, Hj Suwarti Wajib Maju Pilkada Musi Rawas

Musi Rawas

Kemeriahan HUT Korpri Ke 47 di Warnai Jalan Santai

Musi Rawas

DPC Perhiptani Tugumulyo Dikukuhkan

Musi Rawas

20 Ton Beras GPM Polres Mura Ludes Diserbu Warga Megang Sakti

Advertorial

Bupati Musi Rawas Buka Turnamen Sepakbola Tingkat Kecamatan Sukakarya

Musi Rawas

Kapolres Musi Rawas Periksa 137 Senpi Dinas Personil

Kriminal

Kawanan Pencuri Sawit Diringkus Tanpa Perlawanan

Berita TNI

Danrem 044/ Gapo Tinjau Lokasi Banjir di Musi Rawas, Salurkan Bantuan dan Penanganan Pasca Banjir