Home / Sumsel

Senin, 6 Juni 2022 - 19:52 WIB

Dengan Sinergisitas, Optimis Stunting di Musi Rawas Turun

MUSI RAWAS,SumateraHeadline– Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Ratna Machmud dan Wakil Bupati, Hj Suwarti membuka langsung pelaksanaan tahap pertama pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting tahun 2022, Senin (6/6) di Auditorium Kantor Bupati Mura.

Aksi pertama sendiri adalah Analis Situasi Stunting Kabupaten Mura yang di ketuai oleh Wakil Bupati Mura, Hj Suwarti. Aksi pertama ini, bertujuan untuk memetakan kondisi keluarga beresiko stunting.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatangan MoU perihal pemberian tablet Fe bagi remaja Putri, yang melibatkan Dinkes dengan Forum Musyawarah Kepala Sekolah SMA, Disdik dan Kantor Kemenag Kabupaten Mura.

Dalam sambutannya, Bupati Mura, Hj Ratna Machmud mengucapkan syukur, sebab Kabupaten Mura telah melaksanakan aksi konvergensi penurunan stunting, dan sebagai Kabupaten lokus intervensi stunting tahun 2021-2023.

Dikatakan Bupati, konvergensi ini merupakan implementasi Peraturan Daerah atas UUD Republik Indonesia tentang pembangunan keluarga. Bahkan, dasar hukum pelaksanaan di daerah juga sudah dikeluarkan mulai dari Perbup, dan Keputusan Bupati.

Baca Juga :  Bupati Musi Rawas Apresiasi Paparan Hasil Kerja Lapangan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan

“Percepatan penurunan stunting ini sudah tersistem dengan baik. Bahkan di Kabupaten Mura, di tahun ini kembali melaksanakan aksi 1 konvergensi penurunan stunting,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, berdasarkan hasil survei, stunting di Kabupaten Mura turun, meski menghadapi tantangan yang berat, karena penurunan harus dibawah target nasional yakni 14 persen.

“Pada tahun 2021 di Kabupaten Mura dilaporkan stunting 28,3 persen turun dari tahun 2018 mencapai 34,4 persen. Namun, ini masih menjadi perhatian, karena penurunan harus dibawah 14 persen,” jelas Bupati.

Kendati demikian, Bupati menyakini bahwa tidak mustahil target tersebut dapat tercapai, jika dilaksanakan dengan sinergi, efektif dan tepat sasaran kepada keluarga resiko terjadi stunting.

“Aksi 1 ini diketuai oleh Wabup dan dibantu 29 OPD layanan. Tujuan memetakan kondisi keluarga beresiko stunting, dengan berbagai potensi dan peluang untuk mempercepat penurunan stunting lebih efisien,” pungkas Bupati.

Baca Juga :  Refocusing 25 Persen Anggaran di OPD untuk Percepatan Program Musi Rawas Mantab

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Mura, Drg Maya Kesuma mengatakan, aksi 1 ini harusnya dilaksanakan pada Januari lalu, namun karena pandemi, maka baru dilaksanakan.

“Ini agenda nasional tertunda, dan bisa dilaksanakan hari ini (kemarin, red). Kabupaten Mura ditetapkan Kementrian untuk menjadi Lokus stunting tahun 2021 dan 2023. Dalam waktu dekat, akan dilaksanakan aksi 2 dan 3,” katanya.

Dalam aksi 1 ini sambung dia, melibatkan beberapa instansi yakni Kantor Kemenag, TP PKK, Inspektorat, Bappeda, Dinkes, DPP-KB, DPMD, DP3A, Disdik, Disperkim, DPUCK-TRP, Dinsos, DKP, Distannak, Diskan, Diskominfo, Disdukcapil, Kepala Sekolah, Camat, Puskesmas dan petugas gizi, PKB dan Ketua PKK Kecamatan dengan total peserta mencapai 120 orang. (SH-02)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kolaborasi FJM Sumsel dan Jambi Dukung Industri Hulu Migas di Sumbagsel

Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Buka Pekan Raya Musi Rawas Mantab 2025

Lubuklinggau

Gelar Vaksin Dibeberapa Lokasi

Hukum

Pra Operasi Keselamatan Musi 2018, Satlantas Polres Mura Gelar Apel Kesiapan

Musi Rawas

Dilarang Bakar Lahan, Bupati Berikan Bantuan Alat Berat

Musi Rawas

Nomor Urut 2, Duo Arjuna Optimis Lanjutkan Musi Rawas Semakin SEMPURNA di Periode Kedua

Palembang

Study Banding, PWI Bukit Tinggi Serap Program Kerja PWI Sumsel

Covid-19

Bupati Musi Rawas Serahkan Bantuan Bagi Lansia, Disabilitas dan Anak Terlantar