MUSI RAWAS, SH – Memasuki tatanan atau adaptasi kebiasaan baru yang disebut dengan New Normal di masa pandemi Covid-19 saat ini sering disalah artikan, seakan-akan seluruh aktivitas berjalan kembali normal seperti sedia kala dan beranggapan wabah virus corona ini telah hilang. Untuk itu pentingnya semua stake holder yang ada dapat mensosialisasikan apa yang dimaksud dengan konsep new normal tersebut.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Musi Rawas Hj Suwarti saat memimpin rapat staf, Senin (27/7/2020) di Gedung Auditorium Pemkab Musi Rawas, Muara Beliti.
“Memahami New Normal atau sekarang yang dikenal adaptasi kebiasaan baru bukan berarti diperbolehkannya seluruh aktifitas berjalan seperti sedia kala, dan beranggapan Covid-19 sudah hilang,” ucap Wabup.
Baca juga:
- Kejari Musi Rawas Sita Rp1,26 Miliar Dana PSR Koperasi Sugih Jaya Mandiri
- Animo Pemudik Lebaran 2026 di Musi Rawas Diprediksi Turun 2,7 Persen
- Polres Musi Rawas Cek Senjata Api dan Amunisi di Gudang Logistik
Wabup menegaskan, Satgas Covid-19 beserta jajaran dinas terkait di Kabupaten Musi Rawas untuk tetap fokus, jangan sampai sedikitpun lengah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Setiap perkembangan terkait hal ini akan terus dimonitor dan yang terpenting katanya, masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
Dalam kesempatan tersebut, selain mendengarkan laporan perkembangan penanganan Covid-19 tiap tiap OPD, Wabup juga mendengarkan laporan terkait pencegahan Karhutla.
“Kita tak ingin virus Corona ini kembali menyebar di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Maka dari itu kita semua harus terus bekerjasama dan terus mensosialisasikan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid 19 dalam memutuskan mata rantai Covid-19,” tandas wabup.
Editor: J. Silitonga
Bagikan:









