Home / Musi Rawas

Senin, 1 Juni 2026 - 10:56 WIB

Kapolres Musi Rawas Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman apel Mapolres Musi Rawas, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas

Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman apel Mapolres Musi Rawas, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas

MUSI RAWAS – Kapolres Musi Rawas, AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman apel Mapolres Musi Rawas, Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Senin (1/6/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakapolres Musi Rawas Kompol Azmi Halim Permana, S.I.K., M.A.P., para pejabat utama (PJU), personel Polres Musi Rawas, serta peserta upacara lainnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agung Adhitya Prananta membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ujar Kapolres saat membacakan amanat.

Baca Juga :  Polres Musi Rawas Pererat Tali Silaturahmi Lewat Anjangsana Sosial

Dikatakannya, Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” yang menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan global. Dengan keberagaman yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis, Indonesia mampu menunjukkan bahwa persatuan dapat terwujud dalam bingkai kebangsaan yang kuat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut menjaga ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Hal itu tercermin dari kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Baca Juga :  Pasca Pencoblosan, Polres Musi Rawas Laksanakan Razia Gabungan

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan ajakan kepada seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, para menteri dan kepala daerah diminta memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, serta menjamin hak-hak kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” ujarnya.

Menutup amanat, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya.

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Jelang Nataru, Harga Kebutuhan Pokok di Musi Rawas Stabil

Kampanye

Kampanye di Kecamatan Muara Kelingi, Paslon H2G-Mulya Serap Aspirasi Masyarakat

Musi Rawas

Bupati Lantik 147 CPNS Musi Rawas

Musi Rawas

Lahan Gambut di Dua Desa Terbakar

Musi Rawas

Polres Mura Terima Penghargaan Terbaik Satu Rekonsiliasi Laporan Keuangan

Musi Rawas

Antisipasi Badai Siklon Tropis, Kapolres Musi Rawas Sampaikan 12 Himbauan kepada Masyarakat

Musi Rawas

Cegah Kemacetan, Polsek Muara Beliti Gelar Ploting Rutin

Musi Rawas

Digeledah, Zulkifli Simpan Sabu Seberat 9,64 Gram