Home / Hukum

Rabu, 1 April 2026 - 09:49 WIB

Diduga Arogansi Oknum Polisi, Pemuda di Lubuklinggau Alami Luka Serius, Kapolres Minta Maaf

Korban Niko saat di amankan petugas kepolisian

Korban Niko saat di amankan petugas kepolisian

LUBUKLINGGAU – Dugaan tindakan arogansi oknum aparat kepolisian dalam penanganan di lapangan menuai sorotan. Seorang pemuda bernama Niko (21) dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala dan bibir usai insiden yang terjadi pada Selasa (31/3/2026).

Korban mengalami luka bocor di kepala serta pecah pada bagian bibir yang diduga akibat tindakan kekerasan saat proses penanganan. Kondisi tersebut memicu keprihatinan dari pihak keluarga.

Keluarga korban menyampaikan penyesalan mendalam dan mempertanyakan prosedur tetap (protap) yang diterapkan aparat di lapangan. Mereka bahkan meminta perhatian langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Kapolri, Kapolda Sumatera Selatan, hingga Kapolres Lubuklinggau.

“Kami mempertanyakan, apakah tindakan seperti menginjak kepala dan membanting seseorang dapat dibenarkan dalam prosedur kepolisian?” ujar pihak keluarga.

Baca Juga :  Bupati Musi Rawas Serahkan Bantuan Senilai 1 Milliar Rupiah

Menurut keluarga, tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip humanis yang seharusnya dikedepankan aparat sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa Niko merupakan korban penyalahgunaan lem Aibon yang semestinya mendapatkan pendekatan rehabilitatif, bukan tindakan kekerasan.

Perwakilan keluarga, Rah Jainal, HR, S.H., berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak berwenang.

“Kami memohon adanya penjelasan dan evaluasi menyeluruh agar ke depan penanganan di lapangan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan serta tidak merugikan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan adanya proses penanganan internal.

Baca Juga :  75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Filipina, Presiden Jojowi Perkuat Hubungan Kerjasama

“Kami menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat tindakan anggota di lapangan yang kurang berkenan. Saat ini, peristiwa tersebut sedang kami dalami di Propam dan akan ditindak secara internal,” ungkapnya, Selasa (31/3).

Kapolres juga memastikan kondisi korban telah mendapatkan penanganan medis untuk memastikan tidak ada cedera serius.

“Korban sudah diperiksa oleh Kasi Dokkes untuk memastikan kondisi kesehatannya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan internal oleh Propam masih berlangsung. Pihak keluarga berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar aparat lebih mengedepankan profesionalitas dan nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas. (*)

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Hukum

Penyidik Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Panggil Kabag Humas Muratara

Hukum

ESDM Polri Ajak Pelajar Ciptakan Lingkungan Positif di Sekolah

Hukum

Dugaan Pengadaan Seragam Sekolah, Penyidik Kejari Musi Rawas Geledah Kantor Disdik dan BPKAD

Hukum

Polres Musi Rawas Musnahkan 116,60 Gram Sabu dan 25 Butir Ekstasi Hasil Ungkap Kasus

Hukum

Jajaran Polres Musi Rawas Lakukan Sosialisasi Penerimaan Anggota Polisi Bagi Suku Anak Dalam

Hukum

Personel Polres Musi Rawas Tes Psikologi Izin Penggunaan Senpi

Hukum

Kapolres Lubuklinggau Berharap Dugaan Penganiayaan Terhadap Vhio Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Bengkulu

Kejari Bengkulu Utara Tetapkan Pasutri Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa