PALEMBANG SH – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lubuklinggau Bidang Persandian menghadiri Asistensi Pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di lingkungan Pemerintah Daerah di Graha Bina Praja Kantor Gubernur Sumsel di Palembang. Kegiatan yang berlangsung pada 9-10 Mei, dihadiri Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Daddy Estoe Widodo beserta tim.
- Polres Lubuklinggau Kedepankan Pendekatan Humanis, Permasalahan Niko Diselesaikan Secara Kekeluargaan
- Diduga Arogansi Oknum Polisi, Pemuda di Lubuklinggau Alami Luka Serius, Kapolres Minta Maaf
- 167 Pejabat di Lubuklinggau Dilantik, Walikota Tegaskan Integritas dan Profesionalisme ASN
- Tiga Malam di Serambi Masjid: Kisah Bapak Mochtar Pulang Berkat Polisi dan Kepedulian Warga
- Bidhumas Polda Sumsel Supervisi Humas Polres Lubuk Linggau
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Kominfo se-Sumsel serta pejabat eselon struktural Diskominfo Provinsi Sumsel.
Dalam paparannya, Daddy mengatakan, tujuan dibentuknya CSIRT untuk membangun, mengoordinasi, mengolaborasi, serta mengoperasionalkan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan, dan pemulihan terhadap insiden keamanan siber pada sektor pemerintah.
Selain itu, CSIRT juga untuk membangun kerja sama dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah, membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber.
Layanan yang diberikan CSIRT Indonesia meliputi respon insiden berupa triase insiden, koordinasi insiden dan resolusi insiden, yang disertai aktivitas proaktif dalam bentuk cyber security drill test, workshop, bimbingan teknis, dan asistensi pembentukan CSIRT sektor pemerintah.
Editor : J. Silitonga









