Home / Politik

Selasa, 21 April 2026 - 23:52 WIB

DPRD Musi Rawas Keluarkan 31 Rekomendasi atas LKPJ Bupati 2025

Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud saat di Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud saat di Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas

MUSI RAWAS – DPRD Kabupaten Musi Rawas melayangkan kritik keras sekaligus catatan strategis terhadap kinerja pemerintah daerah dengan mengeluarkan sedikitnya 31 rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Musi Rawas Tahun Anggaran 2025.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat paripurna penetapan keputusan DPRD, Selasa (21/4/2026), yang dipimpin Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, dengan kehadiran 24 dari total 40 anggota dewan.

Langkah DPRD ini menegaskan adanya sejumlah persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga implementasi program pembangunan yang dinilai belum optimal.

Sorotan Tajam: Perencanaan Hingga SILPA

DPRD menilai perencanaan pembangunan daerah masih lemah karena belum sepenuhnya berbasis data akurat, valid, dan akuntabel. Dampaknya, sejumlah program hanya berhenti pada capaian output tanpa menghasilkan outcome dan dampak nyata bagi masyarakat.

Selain itu, tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) disorot sebagai indikasi ketidakcermatan dalam penyusunan anggaran serta lemahnya pelaksanaan program. Kondisi ini dinilai berpotensi terus berulang jika tidak segera dibenahi.

Ketidak tercapaian target pendapatan daerah juga menjadi perhatian serius. DPRD menegaskan bahwa proyeksi pendapatan harus disusun secara realistis dan berbasis potensi riil daerah, karena berdampak langsung pada terganggunya belanja pembangunan.

Lemahnya Sinergi dan Pengawasan

DPRD juga menyoroti lemahnya koordinasi antar perangkat daerah yang menghambat pencapaian target pembangunan. Sistem pengawasan dinilai belum terintegrasi secara optimal, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan publik.

Baca Juga :  Bupati Musi Rawas Gelar Salat Id dan Open House, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas

“Masih terlihat belum kuatnya sinergi antar perangkat daerah dalam menangani berbagai permasalahan pembangunan,” menjadi salah satu poin krusial dalam rekomendasi tersebut.

Fokus Sektor Strategis: Pertanian hingga UMKM

Pada sektor riil, DPRD meminta perhatian lebih besar terhadap pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Musi Rawas.

Selain itu, strategi penanganan kemiskinan diminta tidak hanya menekan pengeluaran masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya usaha dan pendapatan. Penguatan koperasi dan UMKM juga didorong agar lebih berperan dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Catatan Lintas OPD: Dari Blank Spot hingga Sampah

Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut mendapat sorotan:

* Dinas Kominfo diminta mengatasi blank spot jaringan di sejumlah wilayah.

* BPBD didorong menyediakan layanan hotline kebencanaan.

* Dinas Lingkungan Hidup diminta membenahi sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan kemitraan pihak ketiga.

* Disbudpar didorong mencari investor untuk pengelolaan destinasi wisata guna meningkatkan PAD.

Di sektor ketahanan pangan, inovasi sumber pangan alternatif juga ditekankan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras.

Isu Sosial: Stunting, ODGJ, hingga Insentif Keagamaan

DPRD juga menyoroti isu sosial yang dinilai belum tertangani optimal, seperti:

* Penanganan stunting melalui program kolaboratif “Genting”.

Baca Juga :  Pesan Bupati Musi Rawas di Haflah Akhirussanah Ponpes Tahfidzul Qur'an Darul Barokah

* Fasilitas penanganan ODGJ, termasuk rumah singgah dan kendaraan operasional.

* Kemudahan akses santunan kematian bagi masyarakat.

* Pembayaran insentif marbot, guru ngaji, dan pemangku adat tepat waktu.

Infrastruktur dan Pelayanan Publik

Dinas PUPR diminta fokus pada peningkatan kualitas jalan dan jembatan serta transparansi penggunaan anggaran. Sementara itu, pelayanan PDAM dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan serta pendidikan juga menjadi perhatian utama.

DPRD bahkan menekankan pentingnya keterlibatan komisi terkait dalam setiap tahapan proyek, dari titik nol hingga penyelesaian.

DPRD: Rekomendasi Harus Ditindaklanjuti

Ketua DPRD Firdaus Cik Olah menegaskan bahwa rekomendasi ini merupakan amanat regulasi sekaligus upaya perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Pembangunan harus berorientasi pada pro growth, pro poor, pro job, dan pro environment. Namun, sebagus apa pun rekomendasi tidak akan efektif jika tidak ditindaklanjuti,” tegasnya.

Bupati: Siap Tindak Lanjuti

Sementara itu, Bupati Musi Rawas, Ratna Machmud, menyampaikan apresiasi atas rekomendasi DPRD dan memastikan seluruh catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi.

“Rekomendasi ini merupakan saran terbaik untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” ujarnya.

Dengan 31 rekomendasi yang mencakup hampir seluruh sektor strategis, DPRD Musi Rawas memberi sinyal kuat bahwa evaluasi kinerja pemerintah daerah tidak lagi bersifat administratif, melainkan substantif menyasar langsung akar persoalan pembangunan. *

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Muba

PWI Sumsel Tunjuk Ogan Ilir Tuan Rumah Porwada V Tahun 2025

Palembang

Aswari dan Irwansyah Jalani Tes Kesehatan di RSMH

Lubuklinggau

Kejuaraan Futsal Liga Nusantara Sumatera Selatan 2023 Dimulai

Nusantara

FIFA Luncurkan Lambang dan Maskot serta Peserta Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia

Musi Rawas

Mappilu PWI Musi Rawas Terbentuk, Jhuan: Wujudkan Pilkada yang Bersih, Berkualitas dan Berintegritas

Musi Rawas

Wujudkan Pemilu Damai, Kesbangpol Musi Rawas Gelar Rapat Koordinasi dan Dialog Politik Bersama Stakeholder dan Parpol

Advertorial

Lulus Tes Tertulis, Calon Anggota PPS Kabupaten Musi Rawas Lanjut Tes Wawancara di Enam Kecamatan

Nusantara

Puluhan Ribu Masyarakat Sulsel Hadiri Jalan Sehat Bersama Cawapres Gibran