Home / Musi Rawas / Sumsel

Kamis, 21 Maret 2019 - 12:16 WIB

Wabup Musi Rawas Panen Raya Padi Organik

MUSI RAWAS, Sumatera Headline – Wakil Bupati Musi Rawas, Hj Suwarti melaksanakan panen raya padi organik yang merupakan salah satu program pendampingan PT Medco dan Energy, Kamis (21/03/2019).

Panen kali ini melibatkan 2,5 hektar lahan padi milik warga setempat, varietas padi yang dipanen yakni Padi hitam, padi merah dan padi putih.

Dihadapan para petani desa Tri Jaya SP 8, wabup memberikan apresiasi kepada petani dan pemerintah desa yang telah melakukan pertanian ramah lingkungan sehingga ini perlu dikembangkan dan diteruskan serta ditularkan kepada masyarakat di Mura, dan dapat dikembangkan secara lebih luas lagi.

Selain itu, Wabub juga mengucapkan terima kasih kepada PT Medco atas pendampingan dan bantuan yang diberikan kepada petani.

“Saya ucapkan terimakasih dan apa yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan kedesa-desa lainnya di Kabupaten Musi Rawas,” harapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Wabub kepada kades Tri Jaya, yang telah berjuang dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat di daerah nya untuk mengembangkan pola pertanian organik.

Terkait dengan beberapa kendala yang dihadapi oleh petani organik, Wabup mengharapkan agar OPD Kabupaten Musi Rawas yang terkait dapat mengiventarisasi kebutuhan dan dapat menyusun perencanaan kebutuhan petani sehingga petani dapat terbantu dan hasil yang didapatkan akan lebih besar sehingga kesejahteraan petani dapat tercapai.

Baca Juga :  Bupati Musi Rawas Panen Raya Padi Varietas BATAN

Wabub juga menerangkan bahwa pihaknya terus mencoba menampung aspirasi yang disampaikan masyarakat, namun untuk menyelesaikannya tentu tidak dapat sekaligus.

“Untuk itu perlu bantuan dari berbagai pihak. Sekali lagi Wabub mengucapkan terima kasih karena memiliki masyarakat, kades, petani yang inovatif sehingga dapat mebangun desanya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pendamping Petani Padi Organik, Rahmad pada kesempatan itu mengungkapkan potensi lahan persawahan tadah hujan di desa trijaya ini sebesar 25 hektar yang merupakan lahan sawah yang ditelantarkan.

“Saat ini yang tergarap 2,3 ha yang dikelola dengan system SRI Organik dengan varietas padi ciliwung, sentanur, merah dan hitam.” Katanya.

Dijelaskanya, dari lahan 2,3 ha ini, dari hasil ubinan perhektar lahan persawahan ini dapat menghasilkan 7,6 ton gabah tau 4,6 ton beras dengan dua kali masa panen setiap tahunnya.

Namun, ada beberapa kendala yang dihadapin oleh petani dalam pengembangan padi organic seperti lahan yang ditanam merupakan lahan tadah hujan sehingga jika musim hujan maka sawah ini akan kebanjiran dan jika kemarau maka akan kekeringan.

Selain itu, lanjut Rahmat, untuk mengelola lahan padi organic ini dibutuhkan pupuk kompos yang cukup banyak, setiap hektarnya dibutuhkan sekitar 7 ton pupuk.

Namun untuk pembuatan pupuk ini, petani mengalami gendala peralatan pencacah bahan pupuk dan kotoran hewan. Untuk itu, pihaknya mengharapkan kepada pemerintah kabupaten mura untuk dapat membuat saluran irigasi, perluasan lahan persawahan dan bantuan peralatan dan bahan baku pembuatan pupuk organic.

Baca Juga :  Wabup Musi Rawas Lakukan Panen Raya Padi Serentak di Desa Air Satan

Ditempat yang sama, Kepala Desa Trijaya, Ruslan mengungkapkan dirinya bersama warga mempunyai mimpi besar untuk menjadikan desanya sebagai desa organik.

“Kami meminta dukungan dan bantuan dari semua pihak terutama pemerintah kabupaten Mura, agar apa yang menjadi kendala dalam mewujudkan mimpi besar masyarakat di desanya dapat terwujud,” ungkapnya.

Tak hanya mengembangkan pola pertanian organik, ruslan menambahkan pihaknya juga saat ini sedang mengembangkan tanaman obat keluarga dan dengan produk unggulan bawang Dayak, namun sampai sekarang legalitas produk toga kami belum tersedia, dan ini menjadi kendala dalam memasarkan produk yang dibuat.

Tak hanya itu Ruslan juga menerangkan pihaknya telah mengembangkan perikanan dan masih memiliki kendala dengan pengadaan bibit ikan, yang belum tersedia di sekitar desanya.

Selama tambah Ruslan Medco telah banyak mendukung, namun dirinya malu jika harus meminta kepada Medco terus menerus apa yang menjadi kendala dalam usaha peningkatan ekonomi masyarakatnya ini, untuk itu dirinya meminta kepada semua pihak terkait agar dapat membantu dalam upaya pengembangan usaha di desanya ini.

Editor : J. Silitonga

Share :

Baca Juga

Lubuklinggau

Antisipasi Curanmor, Polsek Lubuklinggau Selatan Pasang Spanduk Himbauan

Kriminal

Komplotan Pencuri Buah Sawit Berhasil Diringkus Polisi

Musi Rawas

Dua Pojok Baca di Kantor Samsat Musi Rawas Berikan Kenyamanan Masyarakat

Covid-19

165 Orang Wartawan dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Musi Rawas

Jalan Desa Tri Karya Mulai di Tingkatkan

Palembang

Digugat Karena Anggota Parpol, Komisioner KI Anggap Itu Hak Warga Negara

Musi Rawas

154 Rumah Tak Layak Huni di Musi Rawas Direhab

Ekonomi

Olahan Pinang KWT Melati Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Suka Karya