Home / Lubuklinggau / Sumsel

Jumat, 18 Juli 2025 - 09:19 WIB

Tiga Malam di Serambi Masjid: Kisah Bapak Mochtar Pulang Berkat Polisi dan Kepedulian Warga

Bapak Mochtar saat bertemu anaknya di Mapolsek Lubuklinggau Timur I

Bapak Mochtar saat bertemu anaknya di Mapolsek Lubuklinggau Timur I

LUBUKLINGGAU — Di pelataran Masjid Agung Al-Ba’ri, Kota Lubuk Linggau, beberapa jamaah sempat menatap iba seorang pria paruh baya. Tubuhnya ringkih, hanya berteman tas lusuh, duduk termenung di tangga masjid. Tiga hari tiga malam, di situlah Mochtar beristirahat, menunggu takdir membawanya pulang ke rumah.

Tidak banyak yang tahu, di balik raut wajah lelahnya, Bapak Mochtar hanyalah seorang musafir. Berangkat jauh dari Provinsi Jambi, ia bermaksud pulang ke kampung halaman di Kabupaten Manna, Bengkulu. Namun, di tengah perjalanan, langkahnya terhenti di Lubuk Linggau. Bekal habis, tenaga pun tak lagi kuat. Masjid pun jadi satu-satunya tempat ia berharap perlindungan.

Kabar tentang Mochtar sampai ke telinga aparat lewat bisik peduli warga. Pada Kamis malam (17/7/2025), suara deru kendaraan patroli memecah sunyi. Petugas dari Polres Lubuk Linggau segera mendatangi masjid.

Baca Juga :  Kejari Musi Rawas Gelar Penerangan Hukum "Jaga Desa" untuk Aparatur Desa di Muara Beliti dan Purwodadi

“Awalnya Bapak Mochtar enggan banyak bicara. Kami dekati dengan perlahan, ajak ngobrol pelan-pelan,” kenang Kapolsek Lubuk Linggau Timur I, AKP Rodiman.

Di bawah penerangan seadanya di Mapolsek Timur I, cerita hidup Mochtar terurai. Tangannya gemetar merapikan sarungnya. Kalimatnya pendek-pendek, tapi cukup bagi petugas untuk menelusuri jejak pulangnya.

Tak butuh waktu lama, kabar penemuan Mochtar sampai ke Hendro — anak kandungnya. Dari seberang sambungan telepon, suara Hendro bergetar. Tanpa pikir panjang, ia berangkat malam itu juga menuju Lubuk Linggau.

Pukul 19.30 WIB, di halaman Mapolsek Timur I, Hendro akhirnya memeluk sang ayah. Tangis tak terbendung. Suasana hening berubah jadi isak syukur. Petugas yang mendampingi hanya menatap haru, melihat dua jiwa terpisah akhirnya kembali satu rumah.

Baca Juga :  Indeks SPBE Musi Rawas Capai 3,25, Kategori Baik dan Meningkat dari 2024

“Saya tidak tahu harus bilang apa. Terima kasih sudah menjaga bapak saya seperti keluarga sendiri,” kata Hendro sambil meremas tangan petugas.

Bagi AKP Rodiman dan timnya, pertemuan Mochtar dengan keluarganya bukan hanya sekadar menyelesaikan laporan. Ada rasa bangga yang tumbuh — bahwa di luar tugas penegakan hukum, di sanalah nurani polisi diuji.

“Bukan hal besar, tapi ini wujud tugas kami: melindungi, mengayomi, melayani. Kalau melihat warga berkumpul kembali dengan orang tercinta, itulah hadiah terbaik,” tutup Kapolsek.

Di sudut Mapolsek malam itu, Bapak Mochtar akhirnya pulang — tak lagi berteman dingin lantai masjid, tetapi pulang ke rumah, ke pangkuan anaknya. Dan semuanya bermula dari kepedulian satu warga yang tak membiarkan orang asing kelaparan di serambi rumah Tuhan.

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Lubuklinggau

30 Anggota DPRD Kota Lubuklinggau Periode 2019 – 2024 Resmi Dilantik

Lubuklinggau

Empat Poin Prioritas Pembangunan Daerah Kota Lubuklinggau 2020

Lubuklinggau

Cegah Penyebaran Covid-19, Wako Lubuklinggau Imbau Masyarakat Tidak Panik Namun Tetap Waspada

Lubuklinggau

Terima Kunker BPKP Sumsel, Walikota Lubuklinggau Minta Audit Aset Diperkuat

Musi Rawas

Yudistira: Pendaftaran PPDB SMP Itu Gratis

Musi Rawas

Kagum Wisata Alam Manado, Bupati Musi Rawas akan Gencar Promosikan Wisata Alam Musi Rawas

Palembang

Dewan Pers akan Verifikasi Faktual SMSI Sumsel

Sumsel

Curi Handphone, Pemuda di Musi Rawas Ditangkap Polisi