PALEMBANG – SKK Migas bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 kembali membuka Program Beasiswa Hulu Migas Tahun Akademik 2026/2027 bagi putra-putri terbaik yang berada di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Politeknik Akamigas Palembang sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang siap mendukung industri energi nasional.
Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 16 Juni hingga 13 Juli 2026. Peserta yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan pada 20 Juli 2026 dan berhak mengikuti tahapan seleksi lanjutan berupa Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, wawancara, serta tes kesehatan. Penerima beasiswa terpilih dijadwalkan diumumkan pada 7 Agustus 2026.
Program ini merupakan bagian dari komitmen SKK Migas dan PHR Zona 4 dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasi hulu migas. Melalui pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun ketahanan energi nasional.
Manager Communication Relations & CID Zona 4, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap potensi generasi muda daerah.
“Kami meyakini pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Melalui Program Beasiswa Hulu Migas ini, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas serta meningkatkan kompetensi mereka agar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Ring 1 wilayah kerja PEP Prabumulih, PEP Limau, PEP Adera, PEP Pendopo, PEP Ramba, dan PHE Ogan Komering. Selain itu, peserta harus berasal dari keluarga kurang mampu yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Adapun program studi yang tersedia meliputi Teknik Analisis Laboratorium Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Eksplorasi Produksi Migas, Teknik Pertambangan Batubara, dan Manajemen Keuangan.
Penerima beasiswa akan memperoleh fasilitas berupa biaya kuliah selama enam semester, bantuan akomodasi selama tiga tahun, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Program ini telah berjalan sejak 2014 dan telah melahirkan 91 penerima beasiswa.
Salah satu penerima beasiswa angkatan 2025/2026, Allisyah Pebriani asal Desa Patih Galung, Kota Prabumulih, mengaku program tersebut sangat membantu dirinya dalam menjalani pendidikan di Program Studi Teknik Analisis Laboratorium Migas.
Menurut Allisyah, bantuan yang diberikan membuatnya dapat lebih fokus belajar dan mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Lebih dari bantuan pendidikan, beasiswa ini adalah bentuk kepercayaan yang membuat saya semakin termotivasi untuk berkembang dan berani mengejar cita-cita lebih tinggi,” kata Allisyah.
Editor: Jhuan









