LUBUK LINGGAU – Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Lubuk Linggau kembali mengungkap kasus peredaran narkotika. Seorang pria berinisial JA (35), warga Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, ditangkap saat hendak melakukan transaksi pil ekstasi, Senin dini hari (6/4/2026).
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas transaksi narkoba di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, Kasat Narkoba AKP M. Romi memerintahkan tim yang dipimpin Kanit Idik II Ipda Jansen F. Hutabarat bersama KBO Satnarkoba Ipda M. Deden Aguma untuk melakukan penyelidikan.
Sekitar pukul 00.00 WIB, petugas melakukan pemantauan di kawasan D’best Spa Lubuk Linggau, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sumber Agung. Di lokasi tersebut, polisi mencurigai gerak-gerik seorang pria yang diduga terlibat peredaran narkoba. Petugas kemudian langsung melakukan penyergapan dan mengamankan tersangka JA.
Dari hasil penggeledahan badan, polisi menemukan 6 butir pil ekstasi berbentuk persegi panjang berlogo “RR” warna kuning dan 14 butir pil ekstasi berbentuk granat warna hijau yang disimpan di saku celana tersangka.
Selanjutnya, penggeledahan dilakukan terhadap sepeda motor Yamaha Nmax milik tersangka. Di dalam bagasi, petugas menemukan kotak vape berisi 34 butir pil ekstasi berbentuk granat warna hijau dan 23 butir pil ekstasi berbentuk segi lima berlogo “S” warna hijau.
Kepada petugas, tersangka mengakui seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya yang akan diedarkan. Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Lubuk Linggau untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 112 ayat (2) UU yang sama, serta Pasal 609 ayat (2) huruf (a) UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Polres Lubuk Linggau mengimbau masyarakat untuk terus aktif memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika guna menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran barang haram.
Editor: Jhuan









