Home / Prabumulih / Sumsel

Senin, 21 Februari 2022 - 10:21 WIB

Optimis Capai Target Produksi, Pertamina Zona 4 Tajak Tiga Sumur Pengembangan

Para pekerja KKKS Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 melakukan tajak 3 sumur pengembangan, yaitu TMB-PA, KRG-PA2 dan PMN-E

Para pekerja KKKS Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 melakukan tajak 3 sumur pengembangan, yaitu TMB-PA, KRG-PA2 dan PMN-E

PRABUMULIH, Sumatera Headline – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 (Pertamina Zona 4) optimis dapat mencapai target produksi tahun 2022. Setelah berhasil catatkan penambahan produksi minyak sebesar 709 barrel oil per day (BOPD) dari sumur KRG-PA1, Pertamina Zona 4 kembali tajak 3 sumur pengembangan, yaitu TMB-PA, KRG-PA2 dan PMN-E.

Sumur TMB-PA ditajak pada 16 Februari 2022 menggunakan rig PDSI #20.2/EMSCOD2-M dengan estimasi waktu selama 50 hari dan diproyeksikan menambah produksi minyak sebesar 250 BOPD. Pada tanggal yang sama, sumur KRG-PA2 juga ditajak menggunakan rig PDSI #32.2/N80UE-E dengan estimasi waktu 44 hari dan diproyeksikan menambah produksi minyak sebesar 140 BOPD.

Lalu pada tanggal 18 Februari 2022 Pertamina Zona 4 melanjutkan tajak pengeboran sumur PMN-E menggunakan rig PDSI #39.3/D1500-E/PDSI dengan estimasi waktu 32 hari dan target produksi minyak 150 BOPD dan gas 2 million standard cubic feet per day (MMSCFD).

Tiga sumur pengembangan tersebut berada di dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan. Rencana pengeboran yang sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota setempat ini, mendapat dukungan positif melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Prabumulih, Matnur Latif, S.T., M.Si., agar pengeboran kali ini berjalan lancar dan berhasil menambah produksi migas Pertamina.

Baca Juga :  Menginspirasi Generasi Muda, PHE Jambi Merang Gelar PHE Mengajar

“Harapan kami upaya-upaya yang dilakukan Pertamina berhasil, dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui mekanisme dana bagi hasil migas, dan memberikan multiplier effect khususnya bagi masyarakat. Kami selalu mendukung upaya-upaya peningkatan produksi migas yang dilakukan Pertamina,” ujar Latif.

General Manager Zona 4, Agus Amperianto, mengungkapkan langkah agresif KKKS Pertamina Zona 4 tersebut bukan tanpa alasan, untuk memenuhi target produksi migas Pertamina Zona 4, yaitu minyak 23.700 BOPD dan gas 498 MMSCFD, diperlukan strategi jangka pendek dan menengah yang terencana dengan baik.

“Pertamina Zona 4 telah menyusun rencana kerja sumur yang cukup massive dengan timeline yang sangat padat, antara lain 41 sumur pengembangan dan 4 sumur eksplorasi, lalu ada 41 sumur workover, serta melakukan well services-well intervention sebanyak 934 sumur. Target produksi tahun ini dituntut lebih tinggi dari realisasi tahun 2021, sehingga perlu dipastikan realisasi setiap rencana kerja pengeboran, workover, dan well intervention berjalan sesuai dengan target waktu dan produksi,” ungkap Agus.

Program kerja yang masif dan agresif diakui Agus merupakan salah satu strateginya sebagai upaya meningkatkan produksi migas KKKS Pertamina Zona 4. Implementasi ini sejalan dengan semangat SUMATERA (SUstainable, MAssive, To grow, Efficient, Resilient, Aggressive) yang digadang oleh KKKS Pertamina Hulu Rokan (PHR) – Regional Sumatera. “Upaya yang kami lakukan antara lain meningkatkan kinerja operasi, mengoptimalkan lapangan produksi eksisting, melanjutkan program kerja eksplorasi, transformasi resources to production, serta memanfaatkan teknologi untuk implementasi enhanced oil recovery (EOR),” terang Agus.

Baca Juga :  Medco E&P Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Tiga Kabupaten

Ditempat terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan menyampaikan bahwa SKK Migas dan KKKS akan terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produksi migas di wilayah Sumatera Bagian Selatan khususnya.

“Upaya ini dilakukan juga untuk mencapai bersama target produksi nasional dengan harapan kedepan ketahanan energi nasional dapat kita jaga bersama,” ujar Anggono.

Hingga awal Februari 2022 data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas year-to-date menunjukkan produksi minyak berada di angka 23.417 BOPD atau sekitar 99% dari target. Sedangkan produksi gas di angka 517,52 MMSCFD atau sekitar 104% dari target.

Produksi ini ditopang oleh tujuh lapangan yang dioperasikan sendiri yaitu Prabumulih, Limau, Pendopo, Adera, Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai. Di samping itu, produksi juga disokong oleh dua wilayah kerja non-operator yaitu Corridor dan Unitisasi Suban, serta sepuluh Kerja Sama Operasi (KSO).*

Editor: J Silitonga
Sumber: Ril Humas SKK Migas

Share :

Baca Juga

Musi Rawas

Musi Rawas Raih Penghargaan KLA Tingkat Pratama untuk Kedua Kali

Covid-19

Sosialisasi Covid-19, Polsek Jayaloka Ajak Warga Vaksin dan Disiplin Prokes 5M

Musi Rawas

Mulusnya Jalan Rigit Beton Desa Semeteh

Musi Rawas

10 Kecamatan di Musi Rawas Terima Bantuan Bus Sekolah

Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Hadiri Lokakarya STP BATAN 2018

Musi Rawas

Jalan Desa Tri Karya Mulai di Tingkatkan

Kriminal

Disekap dan Dicekoki Sabu, Kedua Pelaku Setubuhi Anak dibawah Umur

Hukum

Dana Desa Harus Dipertanggung jawabkan