Home / Nusantara

Selasa, 15 Mei 2018 - 03:03 WIB

Menteri BUMN Tinjau Pabrik Gula Gempolkrep di Mojokerto

MOJOKERTO, Sumatera Headline – Sebagai bentuk dukungannya kepada kesejahteraan petani tebu di Jawa Timur, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno kali ini mengunjungi Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto pada Senin (14/05/2018).

Dalam kunjungan ini, Menteri Rini menyapa langsung petani tebu di wilayah tersebut sekaligus mengoperasikan alat giling tebu di PG Gempolkrep yang secara resmi menandai dimulainya musim giling di 2018. Pabrik Gula Gempolkrep dibangun oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X sejak tahun 1912 di atas luas areal lahan 28,75 hektare (ha) dengan jumlah petani tebu tercatat sebanyak 4.275 orang.

“Keberadaan PG Gempolkrep ini tentunya dapat mendorong produktivitas panen yang pada akhirnya juga mendorong perbaikan kesejahteraan petani. Harapan saya, dengan keberadaan pabrik ini, petani di sini lebih sejahtera dan mendapatkan kemudahan dan manfaat,” ujar Menteri Rini.

Untuk musim giling tahun 2018, PG Gempolkrep menargetkan produksi 87.503 ton Gula Kristal Putih dengan tebu digiling sebanyak 1.082.200 ton. Target ini meningkat dibandingkan dengan produksi sebelumnya sebesar 71.149 ton Gula Kristal Putih dan 870.509 ton tebu di giling pada tahun 2017.

Baca Juga :  2019, APBN di Fokuskan pada Investasi SDM

Berbagai upaya dan pengembangan terus dilakukan oleh PTPN X dalam mendorong produktivitas dan peningkatan kapasitas giling PG Gempolkrep. Hasilnya, kapasitas giling PG Gempolkrep saat ini tercatat meningkat menjadi 7.200 Ton Cane per Day (TCD) dari sebelumnya 6.500 TCD.

Selain meninjau kesiapan giling, Menteri Rini juga berkesempatan melihat secara langsung mekanisasi tebangan dan normalisasi saluran yang sudah dilakukan di PG Gempolkrep sebagai upaya mendorong produktivitas tebu.

Mekanisasi tebangan telah dilakukan oleh PTPN X sejak tahun 2011 dan terus dikembangkan hingga mekanisasi menjadi penuh dapat diterapkan di sisi pengelolaan on farm. Saat ini, alat mekanisasi yang ada di PG Gempolkrep adalah chopped harvester dengan kapasitas 100 ton per hari dan grab loader yang memiliki kapasitas 80 ton per hari. Kedua alat ini membuat proses tebang, muat, dan angkut tebu menjadi lebih efektif dan efisien.

Baca Juga :  12 Organisasi Mahasiswa dalam Kelompok Cipayung Plus Audiensi Bersama Presiden Jokowi

Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X menambahkan, perseroan tidak hanya berfokus pada pengelolaan on farm saja, namun juga senantiasa meningkatkan pelayanan kepada petani di semua pabrik gulanya, termasuk PG Gempolkrep. PTPN juga berperan sebagai penjamin kredit kepada petani, memberikan bantuan bibit dan pupuk organik, bantuan kawalan budidaya, hingga bantuan perbaikan saluran irigasi.

“Tahun 2018 ini, PG Gempolkrep akan menggelontorkan dana sinergi BUMN sebesar Rp179 Miliar untuk bantuan kredit kepada petani. Mekanisme penyalurannya melalui KUR Bank Himbara. Sebagai perwujudan dari BUMN Hadir Untuk Negeri, kami terus berupaya mendorong produktivitas tebu dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Naskah : Jhuan

Editor : J. Silitonga

Sumber : Bagian Humas dan Protokol Kementrian BUMN

Share :

Baca Juga

Nusantara

Astra Ajak Generasi Muda Lestarikan Lingkungan

Nusantara

Pengadaan Barang dan Jasa Hulu Migas Terapkan ISO 37001: 2016 dan ISO 27001

Nusantara

Mendagri Minta Masyarakat Proaktif Gunakan Hak Pilihnya Pada Pemilu Serentak

Berita TNI

Jenderal Dudung Silahturahmi dengan Diaspora Indonesia di Los Angeles

Covid-19

Berkapasitas 24 Ribu, Jokowi Cek Kesiapan Wisma Atlet sebagai RS Darurat untuk Corona

Ekonomi

PON XX Papua Diundur 2021, Kementerian PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pekerjaan Venues

Nusantara

Presiden Resmikan Peremajaan 25.423 Hektare Lahan Sawit untuk Rakyat di Riau

Nusantara

Tommy Soeharto: Selama 21 Tahun Sektor Pertanian Jalan di Tempat