Home / Lubuklinggau

Selasa, 29 Oktober 2019 - 06:27 WIB

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Dikukuhkan sebagai Duta Cegah Stunting

LUBUKLINGGAU, SH – Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana dikukuhkan sebagai Duta Cegah Stunting oleh Wakil Wali Kota, H Sulaiman Kohar di Oproom Moneng Sepati Komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau, Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Selasa (29/10/2019).

Pengukuhan Duta Cegah Stunting ini sesuai dengan Surat Keputusan Walikota Nomor 374/KPTS/KES/2019 yang memiliki empat tugas yakni menyosialisasikan prioritas pembangunan nasional terkait upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kota Lubuklinggau.

Selanjutnya, mendukung pelaksanaan kebijakan daerah dalam upaya percepatan dan pencegahan stunting di wilayah Kota Lubuklinggau. Selain itu ikut terlibat dengan perangkat daerah Kota Lubuklinggau dalam melaksanakan konvergensi integrasi dalam upaya pencegahan penanggulangan stunting.

Kemudian, mendorong pemberdayaan masyarakat melalui TP PKK se- Kota Lubuklinggau dalam melaksanakan intervensi stunting dengan memaksimalkan posyandu untuk penguatan 1000 hari pertama kehidupan di masyarakat.

“Untuk Pemerintah Kota Lubuklinggau sudah memaksimalkan program di bidang kesehatan, sesuai dengan visi dan misi yang tengah dijalankan. Bekerjasama dengan TP PKK dan juga Dinas Kesehatan serta pelayanan kesehatan paling bawah, kita optimis bisa menjalankan program ini,” kata Wawako.

Baca Juga :  SKK Migas - PetroChina Dukung Program Pengentasan Stunting di Jabung

Hj Yetti Oktarina Prana dalam kesempatan itu mengungkapkan pencegahan stunting ini dimulai dari 1000 hari pertama, khususnya untuk anak-anak perempuan. Pencegahan Stunting juga disebabkan oleh gizi yang baik, mulai dari masa kehamilan sampai dengan tumbuh kembang anak.

Menurut dia, stunting bukan hanya terjadi pada keluarga tidak mampu, tetapi kebanyakan dari kelompok menengah.

Baca juga:

“Biasanya, dimasa anak-anak sudah diracuni dengan berbagai jajanan yang instan sehingga anak-anak kurang asupan protein. Anak-anak yang kurang mampu malah tidak diberi jajanan oleh orang tuanya, maka mereka mengkonsumsi nasi, jagung dan sesekali telur. Malah itu lebih sehat. Maka dari itu saya berani mengatakan bahwa stunting juga berasal dari pola makan yang salah,” terangnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting, Bupati Musi Rawas Serahkan Nutrinidrink Untuk 29 Balita Tanah Priok

Ia juga berkomitmen akan melaksanakan gerakan yang kreatif dan inovatif dalam upaya pencegahan stunting khususnya di Kota Lubuklinggau. Mulai dari para ibu yang harus menjaga diri dan keluarganya untuk membenahi pola makan yang sehat.

Sementara, Kadinkes, Cikwi menerangkan, Stunting bukan hanya mengancam tumbuh kembang fisik anak tetapi juga mengganggu perkembangan otaknya. Biasanya secara fisik tinggi anak tidak sama dengan rata-rata tinggi normal anak.

“7,3 juta anak di Indonesia mengalami stunting. Di Sumsel sebanyak 32 persen anak mengalami stunting. Sayangnya banyak orang tua yang mengalami ini menganggap anaknya kerdil sebagai faktor keturunan,” paparnya.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Kominfo

Share :

Baca Juga

Covid-19

Wako Lubuklinggau Pastikan Pasien Covid-19 Dirawat di RSMH Palembang

Lubuklinggau

Musda V DPD KNPI Kota Lubuklinggau Dibuka

Kesehatan

Pencanangan Vaksin Covid-19, Sejumlah Pejabat Kota Lubuklinggau di Suntik Vaksin Sinovac

Lubuklinggau

AKBP Dwi Hartono : TNI dan Polri Sepakat akan Tindak Tegas Terhadap Aksi Inkonstitusional

Covid-19

Binda Sumsel Percepat Terbentuknya Kekebalan Tubuh

Lubuklinggau

Wawako-Forkopimda Lubuklinggau Tandatangani Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Lubuklinggau

Safari Ramadhan, Wawako: Ajang Silaturahim Pemerintah dengan Masyarakat

Lubuklinggau

Sekda Lubuklinggau Buka Seminar Internasional