PALEMBANG — Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan, Ny. Martina Rony Samtana, menjenguk para korban insiden di depan Markas Polda Sumatera Selatan yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (14/10/2026).
Kunjungan melalui program Bhayangkari Peduli tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada para korban, baik dari kalangan wartawan, mahasiswa, maupun anggota Polri.
Dalam kunjungan itu, Martina menyempatkan diri menemui para korban, menanyakan kondisi kesehatan, serta memberikan semangat agar mereka segera pulih.
Ia berharap seluruh korban dapat menjalani proses pemulihan dengan baik dan kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Polri kepada seluruh korban, baik dari kalangan wartawan, mahasiswa, maupun anggota Polri. Kami berharap semuanya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas. Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus diwujudkan melalui kepedulian, empati, dan tindakan nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kepedulian terhadap para korban merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, kunjungan Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril bagi para korban yang masih menjalani perawatan.
“Kunjungan Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril kepada para korban. Polri berkomitmen untuk terus mengedepankan nilai kemanusiaan, memberikan pelayanan secara profesional, serta membangun kedekatan dengan seluruh elemen masyarakat sesuai semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bhayangkari Peduli, Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan berharap kepedulian terhadap para korban dapat memperkuat solidaritas dan semangat kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud perhatian terhadap nilai-nilai kemanusiaan bagi seluruh pihak yang terdampak insiden, tanpa membedakan latar belakang profesi maupun golongan.
Editor: Jhuan









