Home / Nusantara

Selasa, 15 November 2022 - 15:37 WIB

Di KTT G20, Presiden Jokowi Membahas Peningkatan Kesetaraan Kapasitas Kesehatan Global

Presiden Jokowi pimpin rapat KTT G20

Presiden Jokowi pimpin rapat KTT G20

BALI, Sumatera Headline – Saat memimpin sesi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Selasa (15/11/2022), di Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Bali. KTT sesi II, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membahas masalah kesehatan global. Dia mengingatkan negara-negara G20 untuk tidak lengah meskipun dunia semakin pulih dari pandemi COVID-19.

“Darurat kesehatan berikutnya dapat muncul kapan saja, kali ini dunia harus lebih siap. Kesiapsiagaan kita akan menyelamatkan nyawa dan perekonomian kita. G20 harus mengambil langkah-langkah nyata dan segera,” ujar Presiden.

Jokowi memaparkan sejumlah langkah nyata yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kapasitas kesehatan global, mulai dari penguatan arsitektur kesehatan hingga peningkatan kesetaraan kapasitas kesehatan.

“Arsitektur kesehatan global harus diperkuat. Kita perlu WHO (World Health and Organization) yang lebih kuat dan bertaring. Solidaritas dan keadilan harus menjadi ruh arsitektur kesehatan global,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Presiden Siap Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan

Menurut dia, pembentukan dana pandemi yang telah berhasil dilakukan G20 harus diikuti dengan penambahan kontribusi pendanaan sehingga berfungsi secara optimal.

“Saya mengajak semua pihak berkontribusi. Indonesia telah memberikan komitmen 50 juta dolar. G20 harus ikut mengawal proses pembentukan traktat pandemi. Ini penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat nasional, kawasan, dan global,” ujarnya.

Kedua, Presiden menekankan pentingnya untuk melibatkan negara berkembang dalam meningkatkan kapasitas kesehatan dunia.

“Negara berkembang harus diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak dapat dibiarkan. Negara berkembang perlu kemitraan yang memberdayakan. Negara berkembang harus menjadi bagian rantai pasok kesehatan global, termasuk pusat manufaktur dan riset,” kata Presiden.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Pembangunan Rumah Tahan Gempa di Cianjur

Terkait hal itu, Presiden juga menekankan pentingnya peningkatan investasi industri kesehatan.

“Kerja sama riset dan transfer teknologi diperkuat dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang diperluas,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga mendorong agar TRIPS waiver diperluas pada semua solusi kesehatan, termasuk diagnostik dan terapeutik. Presiden juga mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merealisasikan komitmennya terkait hubs and spokes sebagai bagian dari solusi kesehatan dunia.

“Dunia tidak boleh mengulang kesalahan saat pandemi COVID-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari darurat kesehatan global. Never again harus menjadi mantra kita bersama. Saya menantikan pandangan dan kontribusi Yang Mulia bagi penguatan arsitektur kesehatan dunia,” tandasnya. (SH-02)

Share :

Baca Juga

Nusantara

Bergaul dengan Wartawan, Kajati DKI Dianugerahi Sahabat Pers Indonesia

Ekonomi

Damri Buka Layanan Pemesan Tiket Online Maupun Offline untuk Angkutan Lebaran

Nusantara

Ganjar Dampingi Jokowi Berikan Bantuan ke Pedagang Pasar Muntilan

Nusantara

Jaksa Agung Lakukan Rotasi 17 Kajati di Indonesia, Kajati Sumsel diisi Dr Ketut Sumedana

Nusantara

Presiden Jokowi : Tularkan Kerukunan di Indonesia kepada Dunia

Nusantara

Buka Munas IV PATRI, Tutut akan Dampingi Transmigran Memajukan Bangsa

Nusantara

SKG PEP Limau Field Kembali Beroperasi Normal

Ekonomi

Nanang Abdul Manaf: Teknologi dan Digitalisasi Menjadi Jembatan Wujudkan Target Produksi Migas di 2030