Home / Ekonomi / Nusantara

Rabu, 27 September 2023 - 12:04 WIB

Nanang Abdul Manaf: Teknologi dan Digitalisasi Menjadi Jembatan Wujudkan Target Produksi Migas di 2030

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong investasi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dan secara bersamaan membangun tata kelola industri hulu migas yang bersih, transparan dan akuntabel yang selaras dengan regulasi yang berlaku.

Pada ajang the 4th International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2023 (ICIOG 2023) yang berlangsung di Bali 20-22 September 2023, Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) menyelenggarakan side event dengan 12th FAMI Summit 2023 dengan tema Digitalization in Assurance, Risk Managment and Investigation pada tanggal 21 September 2023 di Pecatu Hall Bali Nusa Dua.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Kepala SKK Migas Bapak Nanang Abdul Manaf dan dihadiri lebih dari 250 peserta yang berasal dari SKK Migas, KKKS dan undangan dari BPK, BPKP, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Asosiasi Profesi, BUMN dan Perguruan Tinggi.

Hadir sebagai narasumber dari eksternal antara lain Kepala BPKP yang diwakili oleh Deputi Bidang Akuntan Negara Sally Salamah, Direktur PT Sido Muncul (tbk) Irwan Hidayat dan Gobind Vashdev.

Wakil Kepala SKK Migas, Nanag Abdul Manaf menyampaikan, audit internal diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pemanfaatan digitalisasi untuk efisiensi proses bisnis dan memastikan bahwa kegiatan manajemen risiko dan pengendalian internal telah berjalan dengan efektif.

Baca Juga :  Produksi Minyak Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 4 Mengalami Penambahan 709 BOPD

Nanang menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan program Charter 7 Rencana Strategis Indonesia Oil & Gas (IOG) 4.0 yaitu digitalisasi dan teknologi adopsi.

“Investasi hulu migas yang masif untuk mengejar target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD), harus diikuti dengan pengawasan yang efektif dari auditor internal di SKK Migas maupun KKKS.

Oleh karenanya, lanjut Nanang, teknologi dan digitalisai akan menjadi jembatan untuk mewujudkan target tersebut”, kata Nanang ketika membuka acara tersebut (21/9).

Pada kesempatan yang sama Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri mengatakan, Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) yang beranggotakan Fungsi Pengawas Internal SKK Migas dan Fungsi Audit Internal Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus melakukan koordinasi, sinergi dan kolaborasi secara berkelanjutan.

Untuk terus meningkatkan efektifitas pengawasan dan audit, termasuk di dalamnya melakukan adopsi teknologi dan digitalisasi untuk mendukung kegiatan audit di lingkungan industri hulu migas.

Menurut Eko, kegiatan ICIOG 2023 akan menghasilkan banyak hal-hal positif, termasuk kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan produksi mgias nasional serta berbagai kesepakatan komersial yang dalam pelaksanaannya harus dikawal, agar tetap berjalan secara PRUDENT dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaksanaan 12th FAMI Summit 2023 sebagai side event ICIOG memberikan pesan bahwa auditor hulu migas siap untuk mengawal target 2030 sekaligus mewujudkan industri hulu migas yang bersih, transparan dan akuntabel sehingga memberikan dampak pada peningkatan daya saing industri hulu migas,” terang Eko Heri di Jakarta (27/9).

Baca Juga :  Dukung Produk Dalam Negeri, 1200 Metriks Ton Pipa di Ekspor ke Uganda dan Kuwait

Eko menyebutkan, SKK Migas akan terus meningkatkan tata kelola guna mendukung pelaksanaan peran dan fungsi SKK Migas menjadi lebih optimal dalam pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha hulu migas, termasuk mendorong KKKS untuk mengimplementasikan sistem manajemen anti penyuapan ISO SNI 37001.

Dikatakan Eko, SKK Migas sejak 2018 berhasil mendapatkan ISO SNI 37001 dan berhasil dipertahankan hingga saat ini, serta mendapatkan opini Kantor Akuntan Publik (KAP) “Wajar Tanpa Modifikasian” untuk laporan keuangan SKK Migas sejak 2016 hingga sekarang.

Selain itu, ungkap Eko, SKK Migas juga mendorong dan memberikan bimbingan kepada KKKS untuk dapat menerapkan ISO SNI 37001 atau sistem lain yang berlaku di dunia. Dimana, KKKS yang sudah mendapatkan sertifikat ISO SNI 37001 antara lain Medco Natuna, Petrochina Int’l Jabung, Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina EP Cepu, BOB Bumi Siak Pusako dan JOB Pertamina-Medco Tomori.

Sedangkan KKKS yang telah menerapkan foreign Corruption Practices Act/FCPA ataupun United Kingdom Bribery Act/UKBA antara lain : Chevron, Conoco, BP, Inpex Masela, Star Energy Kakap dan Medco (selain Natuna).

Editor: Jhuan

Sumber: Ril SKK Migas

Share :

Baca Juga

Lubuklinggau

Wali Kota Lubuklinggau Terima Penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden

Nusantara

Sembilan Anggota Dewan Pers Periode 2019-2022 telah Terpilih

Nusantara

Firdaus: SMSI dan PWI Tak Ubahnya Dua Sisi Mata Uang, Satu Sama Lain Tetap Melekat

Musi Rawas

Bupati Musi Rawas Berikan Motivasi dan Semangat Anggota IKPM Silampari

Nusantara

Menjaga Eksistensi Media Online, Kepengurusan SMSI Kalteng Segera Terbentuk

Nusantara

Kerja Sama dengan 30 Bank Penyalur KPR FLPP, Menteri Basuki Tekankan Peningkatan Kualitas Rumah Subsidi

Nusantara

Kemenkominfo Buat Layanan Chatbot Anti Hoaks

Nusantara

Puluhan Ribu Masyarakat Sulsel Hadiri Jalan Sehat Bersama Cawapres Gibran