MUSI RAWAS — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Rawas melalui silaturahmi dan diskusi bersama di Kantor Kejari Musi Rawas, Jumat (23/10/2026).
Rombongan insan pers dipimpin Ketua PWI Musi Rawas, Jhuan Silitonga, bersama jajaran pengurus dan anggota. Pertemuan yang berlangsung di lantai dua gedung Kejari Musi Rawas itu membahas penguatan komunikasi kelembagaan, keterbukaan informasi publik, serta penyampaian informasi penegakan hukum yang akurat dan edukatif kepada masyarakat.
Ketua PWI Musi Rawas, Jhuan Silitonga, mengatakan silaturahmi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih baik dan memperkuat kerja sama antara insan pers dan kejaksaan.
Menurutnya, pers dan kejaksaan memiliki peran strategis dalam memberikan informasi hukum yang benar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
“PWI Musi Rawas ingin membangun komunikasi yang baik dengan Kejari. Pers membutuhkan pemahaman hukum yang komprehensif, sementara kejaksaan dapat memanfaatkan media untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja penegakan hukum secara akurat,” ujar Jhuan.
Ia menegaskan, PWI Musi Rawas mendukung keterbukaan informasi publik di lingkungan Kejari Musi Rawas. Namun, sinergi tersebut harus tetap menjunjung independensi pers, kode etik jurnalistik, dan profesionalisme wartawan.
“Kami berharap ada sinergi yang berkelanjutan, termasuk melalui diskusi hukum dan kegiatan penerangan hukum bersama untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Musi Rawas, Rio Purnama, didampingi Kepala Subseksi Intelijen (Kasubsi Intel) Dedi, menyambut baik kunjungan jajaran PWI Musi Rawas.
Rio menilai media massa merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai capaian kinerja, program, dan kegiatan edukasi hukum yang dilaksanakan kejaksaan.
Menurutnya, pemberitaan yang akurat dan berimbang juga berperan penting dalam meluruskan informasi yang keliru, mencegah penyebaran hoaks, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap persoalan hukum.
“Kejari Musi Rawas terbuka untuk insan pers. Kami berharap pemberitaan yang disampaikan berimbang dan melalui konfirmasi. Pintu kami selalu terbuka untuk diskusi dan klarifikasi,” ujarnya.
Ia berharap komunikasi yang terjalin antara kejaksaan dan wartawan dapat menciptakan iklim informasi yang sehat, transparan, dan kondusif di Kabupaten Musi Rawas.
Rio juga menyampaikan bahwa Kejari Musi Rawas memiliki sejumlah program edukasi hukum, di antaranya Penerangan Hukum dan Jaksa Masuk Sekolah. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Karena itu, dukungan media massa dinilai penting agar informasi mengenai program-program tersebut dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Kami juga memiliki program Penerangan Hukum dan Jaksa Masuk Sekolah. Tentu kami membutuhkan dukungan PWI untuk memublikasikannya agar masyarakat semakin melek hukum,” tuturnya.
Melalui pertemuan tersebut, PWI dan Kejari Musi Rawas diharapkan dapat membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan. Sinergi keduanya diharapkan memperkuat penyebaran informasi hukum kepada masyarakat, dengan tetap menjaga independensi pers dan profesionalisme jurnalistik.
Editor: Jhuan









