Home / Nusantara

Kamis, 19 November 2020 - 02:04 WIB

Penataan Lima KSPN Super Prioritas yang Merupakan 10 ‘Bali Baru’ Diyakini Rampung Pada 2021

JAKARTA, SH – Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo dimana dikembangkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau yang juga dikenal dengan 10 “Bali Baru”, telah ditetapkan lima KSPN dengan status prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado Bitung-Likupang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono optimis dukungan infrastruktur pada lima KSPN tersebut akan selesai pada tahun 2021.

“Saat  ini progres pembangunan KSPN Super Prioritas telah mencapai 57,85 %hingga pertengahan November 2020. Adapun serapan anggaran mencapai Rp2,64 triliun dari total anggaran Rp 3,81 triliun atau sebesar 69,36% untuk 5 KSPN Super Prioritas yakni Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Labuan bajo dan Likupang-Manado-Bitung,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Untuk rinciannya, pembangunan KSPN di Danau Toba senilai Rp1,25 triliun, sudah terserap Rp934 miliar atau 74 persen. Kemudian KSPN Borobudur terserap Rp718 miliar atau 72 persen dari total anggaran Rp991 miliar. Selanjutnya KSPN Mandalika dengan realisasi Rp226 miliar atau 65 persen dari yang dianggarkan senilai Rp347 miliar. Kemudian KSPN Labuan Bajo total anggaran Rp863 miliar telah terserap Rp519 miliar atau 60 persen.

“Sedangkan KSPN Likupang-Manado-Bitung serapan mencapai Rp244 miliar atau 68 persen dari total dana Rp357 miliar,” kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki mencontohkan, pembangunan infrastruktur di KSPN Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara sebagai destinasi wisata unggulan. diantaranya Pembangunan Jalan Lingkar Samosir, pelebaran alur Tano Ponggol  dan Jembatan Tano Ponggol, Revitalisasi Danau Toba, Instalasi Pengolahan Air, Sanitasi, Penataan Kawasan Tepi Danau Toba, dan peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program  Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pondok wisata (homestay).

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Hingga Oktober 2020 Telah Mencapai 59,46 Persen

Selanjutnya untuk dukungan Kementerian PUPR pada KSPN Mandalika diantaranya meliputi konektivitas, pengendali banjir serta sarana dan prasarana penunjang pariwisata.

“Untuk pembangunan saluran pengendali banjir KEK Mandalika saat ini progres fisiknya mencapai 96,91% dan ditargetkan dapat selesai pada Desember 2020. Anggaran pembangunan pengendali banjir ini Rp 75 miliar. Sedangkan untuk penataan kawasan 3 Gili dengan anggaran Rp 24,9 miliar saat ini progresnya 22,36%,” kata Menteri Basuki.

Di KSPN Labuan Bajo, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan peningkatan jalan, penataan trotoar, dan drainase Jalan Soekarno-Hatta bawah dengan biaya Rp 42,79 miliar dimana progresnya saat ini sebesar 70,69%.

“Sedangkan untuk Penataan Kawasan Goa Batu Cermin saat ini progresnya sudah 64,27% dengan anggaran Rp 27,5 miliar,” tutur Menteri Basuki.

Selanjutnya untuk penataan di KSPN Borobudur, Menteri Basuki mengatakan secara umum progresnya bagus. Salah satunya adalah bantuan rumah swadaya masyarakat untuk digunakan sebagai pondok wisata (homestay) ditargetkan akan selesai Desember 2020. Kementerian PUPR juga membangun 4  gerbang sebagai penanda masuk melalui 4 koridor utama ke arah Candi Borobudur, yakni Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo, Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, dan  Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo.

Baca Juga :  Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementrian PUPR Manfaatkan Teknologi Berbasis UMKM

“Untuk Gerbang Klangon saat ini progresnya sudah 93,16%,” ujarnya.

Terakhir untuk penataan KSPN Likupang, Menteri Basuki mengatakan untuk yang sudah rampung pekerjaannya 100% adalah pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Sungai Likupang sepanjang 1 Km dengan anggaran Rp 10,88 miliar.

Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan Pulau Bunaken dan Pantai Paal Likupang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing dan domestik serta menciptakan pariwisata bahari yang kental dengan budaya lokal dan representatif bagi wisatawan berkelas dunia.

Pembangunan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman diantaranya penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata. 

Di samping itu, berkaitan dengan Pandemi COVID-19 terdapat beberapa masukan Standar Protokol Keamanan dan Keselamatan Terpadu di destinasi pariwisata, antara lain penyediaan toilet dengan kualitas bintang 4 untuk KSPN Labuan Bajo dan Borobudur yang premium serta bintang 3 untuk KSPN lainnya.

Kemudian penyediaan fasilitas cuci tangan di area- area pedestrian dan destinasi wisata (pasar/UMKM/area souvenir), pelayanan bagi difabel, jaringan dan alat komunikasi, serta dukungan peralatan serta alat transportasi yang baik dan siap digunakan untuk antisipasi kondisi darurat dan bencana.(*)

Editor: J. Silitonga

Sumber :Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Share :

Baca Juga

Nusantara

Berikut Pernyataan Lengkap Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19

Hukum

Dewan Pers dan Konstituen Konsolidasi Hadapi UKW Palsu

Nusantara

PP tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah telah Ditandatangani Presiden Jokowi

Nusantara

Milasari Kusumo Anggraini : Mulailah Membangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

Nusantara

Sultra Siap sebagai Tuan Rumah HPN 2022

Ekonomi

Kejar Giant Discovery, SKK Migas dan KKKS Akan Laksanakan Survey Seismic 3D Senilai 1,1 Triliun Rupiah

Covid-19

Tenaga Kesehatan akan Mendapatkan Dosis Ketiga Vaksin Moderna

Nusantara

Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Gantung Wear Fair