Home / Nusantara

Minggu, 4 Oktober 2020 - 00:04 WIB

Realisasi Anggaran Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Hingga Oktober 2020 Telah Mencapai 59,46 Persen

JAKARTA, SH – Pagu anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) TA 2020 sebesar Rp. 87,61 triliun. Hingga tanggal 4 Oktober 2020 pukul 21.00 WIB telah terealisasi sebesar Rp. 52,08 triliun atau sebesar 59,5% dengan progres fisik 60%.

Belanja infrastruktur PUPR seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, rumah MBR terus dilaksanakan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi sektor riil untuk tetap bertahan dan tumbuh pada masa Pandemi COVID-19 ini.

“Pada masa Pandemi COVID-19 ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat dari turunnya investasi, demikian juga ekspor impor, sehingga satu-satunya yang menunjang pertumbuhan ekonomi adalah belanja Pemerintah salah satunya adalah belanja infrastruktur,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu .

Baca Juga :  Kerja Sama dengan 30 Bank Penyalur KPR FLPP, Menteri Basuki Tekankan Peningkatan Kualitas Rumah Subsidi

Untuk mitigasi dampak COVID-19, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran sebesar Rp. 12,32 triliun. Program tersebut diantaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.

Disamping itu juga dialokasikan anggaran sebesar Rp.1,36 triliun untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa perluasan Program Padat Karya berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 km dengan anggaran Rp 1 triliun dan pembelian produk rakyat berupa material tambalan cepat mantap (CPHMA) sebanyak 100.000 Ton sebesar Rp 200 milar, modular RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat) sebanyak 4.700 unit senilai Rp. 125,04 miliar, Modular RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) 250 unit senilai Rp 5,28 miliar,

Baca Juga :  Penataan Lima KSPN Super Prioritas yang Merupakan 10 'Bali Baru' Diyakini Rampung Pada 2021

Kemudian pembelian karet petani di Provinsi Bengkulu senilai Rp 20 miliar, pengadaan alat Light Weight Deflectometer (LWD) 33 unit senilai Rp 5 miliar yang digunakan untuk menguji kekuatan struktur tanah dasar/granular secara semi otomatis dan portable sehingga mudah dibawa ke lokasi proyek yang masih sulit diakses. Produk rakyat lain berupa Big Gun Sprinkler 250 unit senilai Rp 3,75 miliar, Tandon Air 300 unit senilai Rp 1,80 miliar dan Biodegester 500 unit senilai Rp 1,60 miliar.

Selain itu untuk mendukung peningkatan konektivitas, dialokasikan anggaran untuk pembelian karet petani sebanyak 11.338 ton senilai Rp 100 miliar dan pembelian Resin Ester 790,42 ton sebesar Rp 25 miliar. (*)

Editor: J Silitonga

Sumber: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Share :

Baca Juga

Nusantara

Atasi Dampak Penyesuaian Harga BBM, Presiden Instruksikan Kepala Daerah Gunakan APBD

Nusantara

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Usia Dini, Astra Renovasi Gedung dan Pengembangan PAUD

Nusantara

Presiden Jokowi Minta RAPBN 2020 Lebih Diefisienkan

Nusantara

Presiden Jokowi Tinjau Bendungan Paselloreng Sulsel

Ekonomi

Presiden Jokowi Ajak Pemerintah Daerah Kendalikan Inflasi

Ekonomi

Pasarkan UMKM Binaan, SKK Migas Gandeng Tokopedia

Nusantara

DePA-RI Siap Kawal Perlindungan Profesi Advokat Dalam KUHAP Baru

Kesehatan

Rencana Larangan Jual Rokok Batangan, Presiden Jokowi: Untuk Kesehatan Masyarakat