Home / Nusantara

Jumat, 20 Maret 2020 - 09:47 WIB

Berikut Pernyataan Lengkap Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19

JAKARTA, SH – Melalui juru bicara pemerintah Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Jumlah kasus virus corona COVID-19 hingga saat ini meningkat 60 kasus dari hari sebelumnya, yakni menjadi 369 kasus.

“Ada 60 kasus baru, sehingga jumlah total adalah 369,” ujar Achmad Yurianto di Grha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020) dikutip dari detik.com.

Yuri menambahkan, pemerintah juga menggalakkan tes massal untuk mengetahui gejala virus corona COVID-19 ini. Ada 1 juta kit yang disiapkan.

“Data perhitungan yang kita miliki, population at risk, kelompok jumlah orang yang berisiko adalah pada kisaran angka 600 ribu sampai 700 ribu. Oleh karena itu, pemerintah siapkan sekitar 1 juta kit untuk pemeriksaan secara massal di dalam kaitan dengan mengidentifikasi kasus positif yang ada di masyarakat,” jelas Yuri.

Berikut pernyataan lengkap Yuri soal perkembangan penanganan dan kasus COVID-19 di Indonesia:

Jadi saya mengingatkan strategi dasar yang kita lalukan dalam pengendalian ini adalah. Semaksimal mungkin mengurangi risiko penularan. Setelah itu apa yang sudah disampaikan kepada bapak presiden terkait dengan social distancing itu kita maknai adalah dengan menjaga jarak. Menjaga jarak sedemikian rupa sehingga apabila ada orang sakit maka percikan droplets percikan lendir yang keluar pada saat orang sakit bersin batuk bicara itu bisa kita hindari. Setidak-tidaknya kita harus berada pada jarak aman sekitar 1 meter.

Oleh karena itu inilah yang harus kita lakukan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan tujuan untuk mengurangi kemungkinan terjadi paparan. Kemudian kedua kita hrs pahami betul kapan sih seseorang itu perlu ke rs. Dan kapan sih seseorang itu perlu dilaksanakan pemeriksaan virus melalui usapan pd bagian dinding belakang rongga hidung dan dinding belakang rongga mulut.

Apabila seseorang yang memiliki kemungkinan kontak dengan pasien lain yg positif, orang lain yang sudah diidentifikasi positif dan kemudian muncul gejala yang paling sering adalah demam panas di atas 38 kemudian batuk, itu gejala kedua dan pilek gangguan pernafasan. Maka kita kan meminta org yang bersangkutan untuk menuju fasilitas kesehatan dan bertemu dengan dokter untuk konsultasi.

Orang yang kemungkinan baru kembali dari daerah, atau dari luar negeri, yang terjangkit COVID-19 ini dan merasa ada keluhan ada demam, batuk, dan pilek, serta gangguan napas, sesegera mungkin ke fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi dengan dokter. Di dalam konteks ini ada saja kemungkinan kita tidak mengenal orang yang kontak dengan kita. Dalam kaitan untuk mengurangi kasus positif di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan, pemerintah akan melaksanakan pemeriksaan secara massal. Dikonotasikan pemeriksaan massa, orang yang memiliki peluang untuk kontak dengan kasus positif.

Data perhitungan yang kita miliki, population at risk, kelompok jumlah orang yang berisiko adalah pada kisaran angka 600 ribu sampai 700 ribu. Oleh karena itu, pemerintah siapkan sekitar 1 juta kit untuk pemeriksaan secara massal di dalam kaitan dengan mengidentifikasi kasus positif yang ada di masyarakat.

Sudah barang tentu ini akan dilakukan melalui analisa risiko, jadi tidak semua orang harus diperiksa. Manakala risikonya kita yakini rendah, tidak. Apabila seseorang dirawat dengan konfirmasi kasus positif, maka kami trace, tarik ke belakang 14 hari di mana dia saat itu. Apabila dia di rumah, maka seluruh rumah akan diperiksa. Apabila dia pernah melakukan aktivitas di kantor, maka seluruh orang di kantor, di ruang kerja itu, akan kami periksa. Ini langkah-langkah penjejakan awal pemeriksaan secara massal.

Metode yang digunakan pemeriksaan massal berbeda dengan metode selama ini untuk menegakkan diagnosa. Bahwa pemeriksaan diagnosa adalah yang kita dapatkan dengan usapan dinding belakang dan dinding mulut belakang, kemudian kita kenal dengan PCR untuk menentukan positif atau tidak. Tetapi untuk pemeriksaan massal, kita lakukan dengan darah diambil sedikit dan dimasukkan dalam kit, kemudian dalam waktu kurang dari 2 menit, maka akan bisa kita selesaikan hasilnya. Tentunya sensitivitasnya beda. Tetapi ini screening massal, penapisan awal secara massal.

Tujuannya untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi menjadi positif pada PCR. Hasil screening, apabila positif akan kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan PCR untuk memastikan positif yang sesungguhnya. Karena bisa saja positif terjadi pada orang yang sudah sembuh dari penyakit ini pasti menunjukkan hasil positif karena dasarnya adalah zat Imunoglobulin di dalam tubuh, ini adalah zat yang dimunculkan tubuh sebagai respons adanya virus di dalam tubuh.

Langkah selanjutnya dari kasus positif screening, kami akan lakukan sosialisasi bagaimana lakukan isolasi diri di rumah. Akan ada panduan tentang ini, orang ini kami harap berada di rumah, melakukan kegiatan yang baik, pakai masker, pasokan gizi cukup, jaga jarak dengan anggota keluarga lain dan dilakukan monitoring. Ini upaya untuk kurangi beban kapasitas RS.

Sementara kasus positif dari screening dan dilakukan PCR ternyata positif dan bergejala, maka bisa kami siapkan ruang rawat. Pemerintah berusaha menambah jumlah rawatan, dengan siapkan wisma atlet dan beberapa hotel. Termasuk partisipasi rumah sakit swasta dan RS BUMN.

Ini adalah upaya yang dilakukan. Harapannya setelah dengan rawatan yang baik tentunya akan sembuh dan muncul immunologi yang bagus dan sehat kembali.

Kita paham penyakit ini adalah self limited desease, artinya bisa sembuh sendiri berbasis imunitas. Artinya kita tak akan menunggu vaksin definitif. Karena pasien yang sembuh jauh lebih banyak. Upaya untuk naikkan imunitas adalah kunci. Termasuk kaitan pasien yang sembuh, pasien yang kita rawat tidak gunakan pengobatan spesifik, namun kami perbaiki kondisi imunitasnya.

Oleh karena itu, yang pertama adalah jaga jarak, social distancing. Lalu kedua, kami sosialisasikan protokol apa yang harus dilakukan mana kita sakit, kapan harus ke RS, ke mana kita meminta bantuan dan kita sosialisasikan bagaimana kita lakukan isolasi diri dan bagaimana kita konsul selama di self isolate.

Beberapa media yang bisa dipakai adalah Call Center 119 ekstensi 9. Kemudian beberapa unicorn seperti Halodoc, lalu kita juga gunakan Sehatpedia, bisa digunakan untuk konsultasi virtual dan beberapa yang setiap hari akan kami lakukan.

Screening massal kami siapkan secepatnya.

Saudara-saudara sekalian, pada hari ini kita sudah menerima 2.000 kit untuk rapid test. Hari ini juga sudah kita accept tinggal dikirim, harapannya besok 2000 sudah bisa masuk. Dan sekitar 100.000 pada hari berikutnya. APD juga sudah kita dapat 10.000 lebih, dan masker lebih dari 150.000 dan sarung tangan dan sebagainya. Posisi logistik kita cukup dan para pelaksana di RS silakan untuk mengakses melalui Dinas Kesehatan Provinsi dan end user akan berada di Dinkes Provinsi.

Saudara sekalian, yang terakhir akan saya laporkan penambahan kasus dari yang kita rawat baik kasus positif terkonfirmasi dan pasien yang sembuh dan beberapa pasien yang meninggal.

Data sudah kami tayangkan di layar, secara garis besar saya sampaikan ada penambahan kasus baru yang kita catat dari tanggal 19 Maret pukul 12.00 WIB sampai 20 Maret siang. Ada 60 kasus baru, sehingga jumlah total adalah 369. Kemudian ada penambahan satu kasus sembuh sehingga total menjadi 17. Dan kemudian ada penambahan kasus meninggal sebanyak 7 orang sehingga total 32 orang. Ini adalah catatan-catatan yang kita dapat dari keseluruhan pergerakan data yang kami dapat di hari ini. Secara rinci bisa dilihat di layar.

Prosedur yang kami lakukan untuk semua kasus baru, begitu pemeriksaan lab selesai kami kirim ke RS yang merawat karena ini hak pasien untuk tahu sehingga dokter penanggung jawab pasien bisa beri tahu pasiennya. Kedua, data ini kami kirim ke dinkes setempat yang gunanya untuk melihat identitas alamat dan lainnya secara lengkap sehingga bisa digunakan untuk kontak tracing siapa saja yang pernah kontak dekat dan dilakukan pemeriksaan. Ini upaya kita mencari menemukan dan mengisolasi kasus positif supaya tidak menyebar.

Terakhir, saya ingatkan jaga jarak dalam berinteraksi sosial, ini cara paling efektif dan cara paling mudah untuk kurangi terjadinya tularan dari orang yang sakit kepada kita.

Editor: J. Silitonga

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tinjau Stadion Utama Papua Bangkit

Sumber: detik

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kementerian PUPR Mulai Renovasi 2 Stadion Utama dan 15 Lapangan Sepakbola di 5 Provinsi

Nusantara

Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas dari Pusat hingga Daerah

Nusantara

Sejumlah Lembaga Tinggi Negara Buka Bersama

Nusantara

Nurfitria Farhana: Partai Berkarya ingin Majelis Taklim Punya Wakil di Parlemen

Nusantara

Senyum Nyak Sandang saat Keinginan Bertemu Jokowi Terwujud

Nusantara

Layanan Eksekutif Heritage RS Pelni Diresmikan Menteri BUMN

Nusantara

Menkopolhukam : Pemilu sebagai Ajang Memilih Pemimpin bukan Ajang Permusuhan

Nusantara

Presiden Jokowi Bertemu Raja Salman, Kuota Haji Indonesia Bertambah 10.000