Home / Lahat

Minggu, 12 Mei 2019 - 16:52 WIB

YLKI Lahat Minta Usut Tuntas Terkait Adanya Pegawai RSUD Lahat Diduga Keracunan Masal

LAHAT, SH – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya Sanderson Syafe’i, ST. SH   mendesak, kasus dugaan keracunan massal para pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat, segera diungkap penyebabnya.

“Kasus dugaan keracunan massal mengakibatkan 46 orang para pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat mengalami keracunan akibat mengkonsumsi makanan berupa takjil dan kolak  buka puasa, perlu diungkap aparat berwajib,” kata Sanderson, Sabtu (11/5) petang.

Kasus dugaan keracunan para pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat, lanjutnya, diduga akibat makan takjil dan kolak yang dibagikan ke 113 pegawai tersebut. Kasus itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena itu telah merugikan masyarakat dan membuat pasien takut makan makanan yang disediakan oleh pihak RSUD Lahat.

“Harus diungkap dan tidak boleh dibiarkan. Makanan yang dikonsumsi perlu diteliti tim kesehatan, karena dampaknya sudah jelas, mengakibatkan korban cukup banyak 46 orang. Mereka banyak yang terkena diare, pusing, mual dan akhirnya muntah-muntah. Peristiwa ini tidak boleh dibiarkan,  harus diungkap sejelas-jelasnya,” katanya.

Dia meminta Kepolisian bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat proaktif dalam bekerja, menangani dan mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.

Aparat kepolisian harus serius turun tangan menangani masalah panganan yang mengandung zat berbahaya atau kurang higienis sebab ketentuan itu diatur dalam Undang-Undang Pangan No. 7/1996 dan Perlindungan Konsumen No. 8/1999.

”Seharusnya antara BPOM / Dinkes, pemda, juga kepolisian bersinergi,” apalagi hal ini terjadi di RSUD Lahat, keracunan massal tidak boleh dibiarkan, harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Dikemukakannya, peristiwa dugaan keracunan sejumlah pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat yang diduga keracunan makanan tersebut tidak boleh terulang, untuk itu Pemkab Lahat harus memperketat pengawasan makanan.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan upaya untuk terus memberikan rasa aman bagi pasien yang sedang dirawat untuk mengkonsumsi makanan di RSUD Lahat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek Pengadaan Menu Puasa RSUD Lahat Diduga Akibatkan Para Pegawai RSUD Keracunan saat berbuka puasa, Jum’at(10/5) lalu.

Naskah : Ujang

Editor : J. Silitonga

Share :

Baca Juga

Covid-19

Untuk Kesehatan Masyarakat, Binda Sumsel Teruskan Vaksinasi

Lahat

13.336 Insan Olahraga Berkompetisi di Ajang Porprov XIV dan Peparprov IV di Lahat

Lahat

Bus Transport Ekpress Jurusan Padang – Jakarta Hangus Terbakar

Lahat

Rutinitas Penurunan Bendera di Sekolah Wajib Dilakukan Guna Menumbuhkan Rasa Nasionalisme Pada Anak

Hukum

Wabup Lahat Pimpin Razia Kafe Remang-remang, 7 Wanita dan 53 Botol Miras Terjaring Razia

Lahat

Safari Jumat di Masjid Taqwa, Kapolsek Kota Agung Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Desa

Lahat

THR Pekerja Wajib Diberikan

Lahat

Tiga Bawahannya Kena OTT, Yhon Tito: Berharap Kejadian Itu Menjadi Pembelajaran
error: Content is protected !!