LAHAT, Sumatera Headline – Aksi pemblokiran jalan dan unjukrasa warga dua Desa Banjar Sari dan Arahan, Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat, Sumsel, Senin (7/5/2018) yang menuntut pertanggung jawaban perusahaan PT Banjar Sari Pribumi (PT BSP) atas lahan yang telah digusur, hingga berita ini diturunkan masih terus berlangsung.
Koordinator lapangan (Koorlap), Ahmad Fadilah menerangkan, pihaknya meminta kepada perusahaan yang bergerak di bidang batu bara ini, untuk segera menyelesaikan persoalan atas lahan warga yang sudah di gusur dan belum diselesaikan kepemiliknya.
“Kami akan bubar, jika perusahaan mau menyelesaikan masalah ini”, kata Fadilah.
Mediasi antara kedua pihak kemudian dilakukan di kantor area tambang. PT Banjar Sari Pribumi diwakili Heri selaku kepalah tehnis tambang (KTT) menegaskan, bahwa pihak perusahaan menawarkan plafon harga 15 ribu permeter untuk kebun karet.
“Sedangkan untuk belukar 10 ribu permeter,” ujar Heri.
Sayangnya, pada mediasi yang dihadiri Camat Merapi Timur, Daniel Riswanto SH, Danramil Merapi/Arahan, Kapten Inf Subianto dan Kapolsek Merapi AKP Herli Setiawan serta warga perwakilan massa ini, belum ditemukan kesepakatan antara warga dengan perusahaan. Kondisi ini, menyebabkan para demonstran melanjutkan aksi sampai tuntutan masyarakat di kabulkan.
Sementara itu, Daniel meminta, agar perusahaan dapat segera menyelesaikan permasalahan tuntutan warga.
“Kami berharap, supaya persoalan ini cepat diselesaikan”, pinta Daniel.
Di tempat yang sama, tampak posisi pengamanan di lapangan dibantu Danramil Arahan, selaku penanggungjawab teritorial wilayah hukum Koramil 0405-02.
“Dalam hal apapun, kami selalu siaga untuk mengamankan permasalahan yang timbul di masyarakat dan lingkungannya, sebab itu adalah tugas utama kami selaku benteng terdepan dalam pengaman ketertiban masyarakat dan negara,” terang Danramil, Kapten Inf Subianto melalui anggotanya, Pelda Jamali.
Naskah : Ujang SP
Editor : J. Silitonga









