Home / Nusantara

Selasa, 15 Mei 2018 - 13:33 WIB

Presiden Lepas Ekspor Produk Indonesia dengan Kapal Besar

JAKARTA, Sumatera Headline – Presiden Joko Widodo melepas ekspor produk-produk Indonesia dengan kapal kontainer ukuran besar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, (15/5/2018). Presiden tiba di Jakarta International Container Terminal (JICT) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Melalui pelepasan ekspor dengan kapal besar kita ingin tunjukkan bahwa ekonomi kita tetap berjalan dengan baik, ekonomi kita tetap tangguh dan terus bergerak dan tujuan ekspor pada sore hari ini adalah Amerika Serikat,” kata Presiden dalam sambutannya.

Ekspor yang dilakukan hari ini menggunakan kapal besar yakni Kapal MV. CMA CGM Tage berkapasitas 10 ribu TEUs dan berbobot 95.263 GT (Gross Tonnage). Kapal ini memiliki layanan Java-Ameica Express (JAX) yang rutin melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA dan Oakland) Amerika Serikat (direct call).

“Artinya pengiriman ini besar sekali dan dilakukan dengan sangat efisien dengan _direct call_. Ini akan menurunkan biaya logistik yang sangat besar. Tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo bahwa setiap kontainer menghemat biaya kurang lebih USD300 dan ini akan memberikan daya saing produk-produk kita terhadap produk-produk dari negara lain,” lanjutnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Jalan Pintas Batas Kota Singaraja-Mengwitani

Untuk diketahui, selain kapal CMA CGM Tage, ada beberapa kapal besar _(mother vessel)_ yang rutin berlabuh di Tanjung Priok, seperti generasi Post – Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas. Bahkan kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10 ribu TEUs dengan bobot hampir 130 ribu ton dan panjang mencapai 347 meter. Rute layanan langsung _(direct call)_ yang ditangani antara lain tujuan Eropa Utara, pantai barat Amerika Serikat, dan Intra-Asia.

Presiden mengatakan bahwa komoditas yang dikirim pada ekspor kali ini terdiri dari 50 persen sepatu, 15 persen garmen, 10 persen berupa produk karet, ban dan turunannya, alat-alat elektronik sebesar 10 persen, dan produk lainnya sebanyak 15 persen.

“Bukan bahan mentah, tetapi sudah bahan-bahan produksi, produk-produk industri yang kita harapkan ini akan meningkatkan ekspor kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Tinjau Kesiapan Sejumlah Tempat KTT ASEAN di Labuan Bajo

Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan bahwa ekspor ke Amerika Serikat hari ini adalah penanda bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam geo ekonomi di Indo Pasifik. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, lanjut Presiden, Indonesia sedang terus bergerak untuk menjadikan kawasan Indo Pasifik sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan, dan industri dunia.

“Dan di saat yang bersamaan peningkatan ekspor seperti sekarang akan terus kita tingkatkan sehingga akan menguatkan pertumbuhan ekonomi kita,” imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pelepasan ekspor ini adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya.

Naskah : Bey Machmudin

Editor : J. Silitonga

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Nusantara

Usai Dilantik Presiden, Menpan RB Diminta Percepat Reformasi Birokrasi

Nusantara

Buka Munas IV PATRI, Tutut akan Dampingi Transmigran Memajukan Bangsa

Hukum

Korban Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar sebanyak Sembilan Orang dan Satu Terduga Pelaku

Nusantara

Presiden Jokowi Terima Ulama Jabar

Nusantara

Menhub Targetkan Lima Pelabuhan di Indonesia Bebas dari Korupsi

Nusantara

Lantik Dua Menteri, Presiden: Keduanya Memiliki Pengalaman dan Rekam Jejak

Nusantara

Optimasi Pengembangan Lapangan SLO Tahap-4 WK Rokan Disetujui, PHR Tambah Investasi Hulu Migas Rp. 12.5 Triliun

Nusantara

Ini Pernyataan Sikap PWI Terkait Wacana Perubahan Pasal UU Pers