OKU Timur — Pembangunan Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, Rabu (01/04/2026).
Dalam sambutannya, Cik Ujang menegaskan bahwa pembangunan masjid tidak hanya sebatas mendirikan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun peradaban umat.
Menurutnya, masjid memiliki peran strategis sebagai pusat ibadah, pendidikan, silaturahmi, serta pembinaan akhlak dan karakter masyarakat.
“Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya ikhtiar besar kita dalam memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi panitia dan masyarakat Desa Mekar Jaya yang telah berinisiatif serta bergotong royong dalam mewujudkan pembangunan masjid tersebut. Semangat kebersamaan, kata dia, menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.
Cik Ujang berharap proses pembangunan masjid dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memiliki kualitas yang baik. Ia juga mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, pendidikan Al-Qur’an, serta kegiatan sosial.
“Semoga setiap langkah dan kontribusi yang kita berikan dalam pembangunan masjid ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir hayat,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Sumsel turut memberikan bantuan berupa 100 sak semen dan 100 batang besi tulangan beton ukuran 8 milimeter guna mendukung pembangunan Masjid Baitul Huda.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati OKU Timur, M. Adi Nugraha Purna Yudha, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub Sumsel serta partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan masjid secara swadaya.
Ia menilai gotong royong tersebut akan menumbuhkan rasa memiliki serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap aset desa.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, H. Tuhana, menjelaskan bahwa warga Blok A yang berjumlah sekitar 80 kepala keluarga sepakat melakukan rehabilitasi total terhadap masjid yang telah berusia lebih dari 30 tahun karena kondisinya sudah tidak memadai.
“Saat ini dana yang telah terkumpul mencapai Rp210 juta, dihimpun selama enam tahun dari infak dan sedekah warga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, masjid yang akan dibangun direncanakan memiliki luas 17 x 17 meter dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. *
Editor: Jhuan









