EMPAT LAWANG, Sumatera Headline – Petani karet di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan mengeluhkan harga getah karet yang belum juga merangkak naik yang masih mantap di harga Rp 6 ribu perkilo. Sementara harga bahan pokok terutama beras di pasar tradisional masih belum stabil dikisaran harga Rp 10 ribu perkilo.
Seperti diungkapkan Sakri (40) ,warga Desa Mekar Jaya mengaku bahwa harga getah karet hingga saat ini belum ada kenaikan harga. Dari tahun 2017 kemarin masih dibawah kata cukup, sebab menurutnya kebutuhan bahan pokok di pasar semakin merangkak naik tetapi harga getah tidak mengalami kenaikan.
“Sampai sekarang harga getah karet untuk di Tebing ini belum ada kenaikan masih di kisaran Rp.6 Ribu per kilogram nya, dan ini masih belum bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kalau 1 kilogram para(getah karet) sama dengan 1 kilo beras enak, masih imbang tapi ini 2 kilo para 1 kilo beras,” ucapnya dengan pasrah.
Senada dengan Ilham (25) warga lainnya, dirinya berharap pada pemerintah untuk bisa memikirkan masyarakat petani karet, sebab mayoritas masyarakat di Tebing Tinggi khususnya masih banyak yang bergantung dari penghasilan getah karet.
“Kami berharap kepada pemerintah agar kiranya bisa memperhatikan kami petani karet ini, yang makan atau tidak makannya keluarga kami tergantung di penghasilan getah karet, karena itulah pekerjaan yang sudah menjadi turun temurun dari orang tua,” harapnya.
Sementara Jon (39) pengepul atau touke karet yang biasa keliling dengan mobil Pick up mengatakan, harga yang ia tawarkan ke pada pihak petani itu sudah harga yang tinggi sesuai pasaran dari pabrik di Palembang.
“Harga yang kami tawarkan kepada masyarakat petani karet ini sudah harga tinggi, memang sudah standar pabrik yang ada di Palembang, tidak bisa untuk di tambah lagi, biso rugi di minyak mobil kito kalau lebih dari itu.” ujarnya.
Naskah : Kayan. M
Editor : J. Silitonga









