Home / Nusantara

Rabu, 21 Oktober 2020 - 03:46 WIB

Persiapan Piala Dunia Fifa U-20, 2 Venue Utama dan 15 Lapangan Latihan Mulai Direnovasi

JAKARTA, SH – Persiapan menggelar Piala Dunia FIFA U-20 yang direncanakan dilaksanakan pada tahun 2021 nanti, Kementrian PU PR memulai merenovasi dua venue utama dan 15 lapangan latihan.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 8 Tahun 2020, Kementerian PUPR ditugaskan melaksanakan renovasi 2 stadion utama dan 15 lapangan latihan dengan anggaran sebesar Rp 314,82 miliar.

Kedua stadion utama yang akan segera direnovasi adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali dan Stadion Manahan, Solo.

Sementara untuk 15 lapangan latihan dengan rincian 3 lapangan di Palembang, Sumatera Selatan yakni Lapangan Atletik, Baseball, dan Panahan.

Lalu, 3 lapangan di Sumedang dan Bandung, Jawa Barat yakni Lapangan IPDN, UNPAD, Sidolig;. 4 lapangan di Solo, Jawa Tengah yakni Lapangan Sriwedari, Banyu Anyar, Sriwaru, Kota Barat.

Selanjutnya, 1 lapangan di Madura, Jawa Timur yakni Lapangan Bangkalan; 4 lapangan di Bali yakni Lapangan Ngurah Rai, Kompyang Sudjana, Kapten Japa, dan Gelora Samudra Kuta.

Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas tentang persiapan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20, Selasa (20/10/2020), berpesan agar Indonesia dapat meyakinkan kepada dunia bahwa Indonesia aman dan siap menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U-20 Tahun 2021.

“Ini yang paling penting, kita harus meyakinkan bahwa Indonesia telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat sehingga sangat aman untuk dikunjungi dan dijadikan tempat untuk penyelenggaraan U-20 Tahun 2021,” kata Presiden melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor.

Baca Juga :  Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Kementrian PUPR Manfaatkan Teknologi Berbasis UMKM

Anggaran renovasi oleh Kementerian PUPR sebesar Rp 314,82 miliar berasal dari APBN melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) TA 2020-2021.

Pelaksanaan pembangunannya dibagi menjadi 3 paket pekerjaan yakni Paket 1 untuk renovasi venue utama dan lapangan latihan di Bali, lalu Paket 2 untuk renovasi venue utama dan lapangan latihan di Jabar, Jatim dan Sumsel, dan Paket 3 untuk renovasi venue utama dan lapangan latihan di Kota Surakarta. Seluruh pekerjaan fisik ketiga paket tersebut dilaksanakan mulai akhir Oktober 2020 hingga akhir April 2021.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau persiapan renovasi Stadion I Wayan Dipta di Bali beberapa waktu lalu menyampaikan renovasi yang akan dilakukan untuk Stadion I Wayan Dipta meliputi perbaikan mayor yang mencakup pekerjaan rehabilitasi struktur, arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), perbaikan lapangan, perbaikan pencahayaan, perbaikan kursi dan papan skor (scooring board), serta penataan kawasan termasuk penataan parkir.

“Rumput akan kita ganti sama seperti di Stadion GBK, drainase di pinggir lapangan akan diperbaiki termasuk lintasan lari. Untuk pencahayaan juga masih kurang karena ada syarat minimum dari FIFA seperti di Stadion Manahan dan kursi penonton. Kemudian yang di dalam untuk para pemain fasilitas pendukungnya seperti ruang ganti, toilet, semua juga harus ada standarnya seperti di GBK,” ujar Menteri Basuki.

Sementara untuk Stadion Manahan Kota Solo secara kualitas siap digunakan dan hanya membutuhkan tambahan perbaikan minor yang meliputi peningkatan Lux lampu sesuai standar dan penambahan turnstiles.

Baca Juga :  Pembangunan Ruas Tol Baru Hingga 2024 Ditargetkan 2.724 Km

Sebelumnya renovasi besar telah dilakukan oleh Kementerian PUPR sejak Agustus 2018 di Stadion Manahan yang kini telah kembali menjadi icon Kota Solo serta turut meningkatkan prestasi olahraga di Solo khususnya.

Pencahayaan Stadion Manahan menggunakan lampu LED berkekuatan tinggi dengan sistem penerangan field of play (FOP) 1.500 lux. Lapangan stadion ditanami rumput berjenis Zoysia Japonica, sama dengan yang digunakan di Stadion Gelora Bung Karno yang memiliki keunggulan lebih hijau dan berakar kuat.

Selain itu juga dilengkapi dengan kursi penonton berkapasitas 20.000 penonton menggunakan kursi tunggal (single seat), fasilitas ruang ganti pemain yang dilengkapi kolam berendam air panas (jacuzi) untuk masing-masing tim dan ruang pemanasan atlit serta sejumlah fasilitas lain.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah menyetujui usulan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan menetapkan 6 kota sebagai tuan rumah, yang masing-masing dilengkapi dengan 4 lapangan latihan sesuai standar FIFA.

Selain 2 venue utama dan 15 lapangan latihan yang ditangani Kementerian PUPR, beberapa stadion lain ditangani Pemerintah Daerah (Pemda) antara lain Stadion Gelora Bung Tomo dan 3 lapangan latihan oleh Pemkot Surabaya, Stadion Si Jalak Harupat oleh Pemkab Bandung, Stadion Utama GBK dan 3 lapangan latihan oleh Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK), Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dan Stadion Bumi Sriwijaya oleh Pemprov Sumsel. (*)

Editor: J. Silitonga

Sumber: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kemenkominfo Buat Layanan Chatbot Anti Hoaks

Nusantara

Lima Proyek Hulu Migas dengan Investasi 3,6 Triliun Rupiah akan Onstream di Kuartal Dua Tahun 2022

Nusantara

Menteri Rini Dukung Program Direct Call Pelindo IV

Hukum

Kunker Anggota Komisi III DPR RI ke Banten, Soroti Kelebihan Penghuni Lapas

Nusantara

Workshop bagi Milenial BUMN untuk Tingkatkan Kompetensi Konten Sosial Media

Nusantara

Kesulitan Air Bersih, Pertamina Bantu Masyarakat Pantai Air Manis

Musi Rawas

Usai Ikuti Rakornas BAKTI, Diskominfo Menargetkan 2020 Musi Rawas Merdeka Sinyal

Musi Rawas

Temui Mentan RI, Bupati Sampaikan Usulan Program Pertanian dan Perkebunan