Home / Nusantara

Rabu, 9 Februari 2022 - 10:40 WIB

HPN 2022, Jokowi Beberkan Tantangan Pers di Tengah Perkembangan Teknologi

Presiden Jokowi saat menghadiri Puncak Peringatan HPN 2022, Rabu (09/02/2022), secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, (9/2).

Presiden Jokowi saat menghadiri Puncak Peringatan HPN 2022, Rabu (09/02/2022), secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, (9/2).

KENDARi, Sumatera Headline – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan tantangan yang dihadapi pers di tengah derasnya arus informasi akibat perkembangan teknologi. Jokowi menyinggung masifnya penyebaran informasi sesat hingga konten yang hanya mengejar viral.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional 2022 sebagaimana disiarkan virtual, Rabu (9/2/2022). Di awal sambutannya, Jokowi berbicara mengenai vaksin yang diberikan kepada wartawan.

“Tadi Pak Atal Depari menyampaikan mengenai urusan vaksin yang saat itu dari PWI meminta untuk didahulukan dan saat itu memang kami hanya bisa memberikan 5.000 dosis vaksin saat itu. Saat ini kalau PWI masih minta lagi, Pak Atal Depari kami ada stok 143 juta,” ujar Jokowi.

“Jadi bapa mau minta berapa akan saya beri, sekarang, sekarang juga karena stoknya banyak dan yang sudah kita suntikkan kepada masyarakat sampai saat ini sampai hari ini sudah 325 juta dosis. Baik itu dosis pertama, kedua, maupun dosis penguat maupun booster,” sambung Jokowi.

Baca Juga :  Di KTT G20, Presiden Jokowi Membahas Peningkatan Kesetaraan Kapasitas Kesehatan Global

Jokowi kemudian berbicara mengenai industri pers nasional yang mengalami tekanan luar biasa berat selama pandemi COVID-19. Tekanan itu ditambah dengan adanya disrupsi digital dan kehadiran platform raksasa asing.

Hal itu, kata Jokowi, membuat persaingan media menjadi berubah. Jokowi lantas berbicara mengenai sejumlah masalah, dari konten adu domba hingga menyebabkan perpecahan.

“Perubahan drastis lanskap persaingan media melahirkan berbagai persoalan yang pelik yang tadi juga sudah disampaikan Bapak Ketua PWI. Munculnya sumber-sumber informasi alternatif, tumbuh suburnya tren informasi yang semata mengejar jumlah klik atau views, membanjirnya konten-konten yang hanya mengejar viral, masifnya informasi yang menyesatkan bahkan adu domba, sehingga menimbulkan kebingungan dan bahkan perpecahan,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Gantung Wear Fair

Atas kondisi itu, Jokowi berpesan agar media arus utama segera bertransformasi. Media diminta lebih inovatif dalam mengisi kanal dan menyampaikan berita.

“Pers Indonesia harus mampu memperbaiki kelemahan sambil melanjutkan agenda-agenda besar bangsa, menguatkan pijakan untuk melompat lebih tinggi dan mampu berselancar di tengah-tengah perubahan. Mempercepat transformasi digital untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas, lebih cepat dan tetap akurat dan tidak terjebak pada sikap pragmatis yang menggerus integritas kita,” ujar Jokowi.

Editor: J Silitonga

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kerja Sama dengan 30 Bank Penyalur KPR FLPP, Menteri Basuki Tekankan Peningkatan Kualitas Rumah Subsidi

Nusantara

Usai Lebaran PWI Pusat Lanjutkan UKW Gratis se-Indonesia

Nusantara

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023: Hargai Kepala Daerah sebagai Inovator Pangan, Sandang dan Papan

Nusantara

Presiden Jokowi ingatkan Masyarakat untuk Menggunakan Hak Pilihnya

Nusantara

SKK Migas dan KKKS Akan Gelar Forum KapNas ketiga tahun 2023

Nusantara

Kominfo Tegaskan tidak akan Menutup Medsos tapi Hanya Pantau Iklan Kampanye Selama Masa Tenang

Nusantara

Atal S Depari Terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat Periode 2018-2023

Nusantara

Milasari Kusumo Anggraini : Mulailah Membangun Ekosistem Ekonomi Kerakyatan