MUSI RAWAS, SH – Jelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas pada 9 Desember 2020 nanti, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Rawas mengadakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) dalam mempersiapkan Gerakan Masyarakat Kawal Pilkada (Garda) tahun 2020, Selasa (1/9/2020) di Taman Beliti Anggon, Muara Beliti.
Tujuan diadakannya kegiatan Garda Mura 2020 ini adalah kegiatan sosialisasi yang merupakan tugas pokok dari pengawasan untuk melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif.
Hal itu disampaikan Komisioner Bawaslu Musi Rawas Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HPP), Khoirul Anwar saat menggelar Rakernis Garda pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas tahun 2020.
“Kegiatan Garda Mura 2020 ini merupakan bagian dari sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan dan merupakan langkah pencegahan Bawaslu,” jelas Khoirul.
Selain itu, juga dimaksudkan untuk membahas secara teknis kegiatan Garda 2020. Gerakan masyarakat kawal pilkada ini akan dilaksanakan di desa desa.
Baca juga:
- Kejari Musi Rawas Sita Rp1,26 Miliar Dana PSR Koperasi Sugih Jaya Mandiri
- Medco E&P Salurkan 565 Paket Sembako Lewat Safari Ramadan di Muba dan Banyuasin
- Sejumlah Advokat Laporkan Dugaan Penipuan Oknum Polisi ke Propam Mabes Polri
- Gerakan Pangan Murah Digelar Serentak di 47 Titik, Polda Sumsel Salurkan 135,5 Ton Beras
- Animo Pemudik Lebaran 2026 di Musi Rawas Diprediksi Turun 2,7 Persen
“Konsep kegiatannya nanti yakni, setiap kecamatan akan merekomendasikan satu desa per kecamatan untuk ditunjuk sebagai desa percontohan Desa Garda,” terangnya.
“Di Kabupaten Musi Rawas ini terdapat 14 kecamatan yang artinya akan ada 14 desa yang siap menjadi Desa Garda Mura 2020,” Khoirul menambahkan.
Dia juga menguraikan ada 4 indikator dari Desa Garda Mura 2020, diantaranya, pertama, meningkatkan pengawasan partisipatif dengan melibatkan 10 pemuda/pemudi yang akan dijadikan kader pengawasan yang direkomendasikan dari desa yang ditunjuk Desa Garda Mura 2020.
Lalu kedua, meningkatkan partisipasi pemilih di desa tersebut, target partisipasi pemilih sebesar 77,5% yang telah ditetapkan oleh KPU.
Dan indikator ketiga, tolak politik uang dan isu sara, hoax dan ujaran kebencian. Selanjutnya yang keempat yakni, menjaga dan atau mengawasi netralitas ASN, perangkat desa serta netralitas penyelenggara.
“Kita harapkan Pilkada Musi Rawas ini berjalan dengan kondusif, aman dan berkualitas,” tandas Khoirul.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Musi Rawas Oktureni Sandrha Kirana, perwakilan dari Polres Musi Rawas, KPU Musi Rawas, Kesbangpol dan camat serta Panwascam Musi Rawas.
Editor: J. Silitonga
Bagikan:









