Home / Ekonomi / Musi Rawas / Sumsel

Sabtu, 26 Maret 2022 - 13:08 WIB

BPNT Beralih ke Tunai, Berikan Dampak Positif ke Petani Padi

JEMUR-Petani di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas saat menjemur padi ketika musim panen

JEMUR-Petani di Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas saat menjemur padi ketika musim panen

MUSI RAWAS. Sumateraheadline – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang semula diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) berupa sembako, dan kini berlih menjadi bantuan tunai. Memberikan dampak positif bagi petani padi di Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Dampak positif tersebut dirasakan petani dalam beberapa minggu terakhir, dimana harga beras di tingkat petani mengalami kenaikan. Dari harga sebelumnya hanya Rp8.000 perkilo, kini menjadi 8.500-9.000 perkilonya.

“Sudah sekitar sebulan ini harga beras sudah lumayan, awalnya hanya Rp 8.000 perkilo sekarang sudah Rp8.500 lebih perkilonya,” ujar Khayat salah seorang petani padi di Kecamatan Megang Sakti kepada wartawan, Sabtu (26/3).

Dikatakan ia, tahun lalu saat pandemi Covid-19 dan pemerintah terus menggelontorkan bantuan beras. Harga beras di petani anjlok, bahkan sampai diharga Rp7.000 perkilonya. Hal ini tentunya sangat memukul para petani.

Baca Juga :  Pedagang Miras Wonosari Digelandang ke Polsek Megang Sakti

“Dulu kami bingung mau jual beras, harganya sangat murah. Syukur saja saat ini harganya mulai naik,” imbuhnya.

Senada disampaikan Toni, salah seorang petani padi di Sumberharta mengaku senang dengan kenaikan harga beras. Pasalnya, tahun lalu untuk harga beras di Kecamatan Sumberharta sempat jatuh hingga Rp7.000 perkilonya.

“Saat Corona melanda tahun lalu harga beras anjlok, bahkan diharga Rp7.000. Kami petani padi tidak dapat apa-apa jika harga beras murah. Kami berharap harga beras diatas Rp9.000 perkilonya,” katanya.

Sementara itu, Junaidi salah seorang pedagang beras di Kecamatan Megang Sakti mengaku, saat ini penjualan beras sangat lancar. Terutama dijual ke arah perkebunan karet dan sawit.

Baca Juga :  Genangan Air Disaluran Primer Berdampak Menurunnya Hasil Buah Sawit Petani

“Kalau ambil ke petani Rp8.500-9.000 perkilonya, saya jual ke arah trans dan desa sentra sawit dan karet lancar, banyak pedagang juga pesan dengan saya,” katanya.

Menurut ia, permintaan beras terus mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Pasalnya, saat ini selain lahan persawahan baru memasuki musim tanam. Juga tidak ada lagi bantuan beras yang diterima masyarakat.

“Sekarang kan bantuan sembako itu, jadi tunai. Kalau tidak ada bantuan beras lagi, kemungkinan meski saat panen raya harga beras tetap stabil dan tidak pecah ke harga Rp8.000 perkilonya,” ungkapnya. (SH-04).

Share :

Baca Juga

Advertorial

Puluhan Tahun Penantian Warga Harapan Makmur Terwujud dengan Adanya Jaringan Listrik

Palembang

Gandeng PWI Sumsel, IKA Geologi Unsri Gelar Geo-Jurnalistik

Lubuklinggau

AKBP Dwi Hartono : TNI dan Polri Sepakat akan Tindak Tegas Terhadap Aksi Inkonstitusional

Hukum

Wabup Lahat Pimpin Razia Kafe Remang-remang, 7 Wanita dan 53 Botol Miras Terjaring Razia

Musi Rawas

Hendak Musyawarah Pernikahan, Pemuda Ini Justru Diciduk Polisi

Musi Rawas

Binda Sumsel Gelar Vaksin Jemput Bola

Covid-19

Tiga Pilar Kota Lubuklinggau Ikuti Rapat Anev PPKM Mikro Diperketat

Muratara

SKK Migas – Seleraya Merangin Dua Serahkan Bantuan MCK dan Sumur Bor