Home / Nusantara

Selasa, 2 April 2019 - 09:00 WIB

BMKG Luncurkan Sistem AWOS yang Merupakan Karya Anak Bangsa

JAKARTA, SH – Dalam rangka penutupan Peringatan Hari Meteorologi Dunia (HMD) ke-69, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Dwikorita Karnawati Meluncurkan Automated Weather Observing System (AWOS) iRMAVIA di Kantor BMKG Pusat, Jakarta, Selasa (2/4)

Dwikorita menuturkan AWOS iRMAVIA merupakan produk dalam negeri, karya pertama anak bangsa, generasi milenial BMKG. iRMAVIA sendiri merupakan singkatan dari iRM yang diambil dari sub Bidang Instrumentasi Meteorologi, sub Bidang yang mengembangkan AWOS dan Avia, yaitu Aviation.

“Total bandara di Indonesia adalah 297 bandara, tetapi jumlah AWOS saat ini sebanyak 180 yang beroperasi di setiap bandara. Tentunya, kondisi ini masih jauh dari ideal,” kata Dwikorita dalam keterangan pers itu.

Dwikorita menjelaskan selama ini kebutuhan AWOS didapat dari produk impor yang memiliki harga lebih mahal, kesulitan dalam pemiliharaan terutama untuk mendapatkan spare part-nya.

Baca Juga :  Kemarau Kering Diprediksi Berakhir di Akhir Oktober Ini

Untuk itu, lanjut Dwikorita BMKG mengembangkan AWOS iRMAVIA dan kedepannya melalui kerja sama dengan mitra industri dan perguruan tinggi, diharapkan dapat memenuhi pasar di Asia Pasifik dalam dunia penerbangan.

Sementara Deputi Bidang Instrumentasi, Kalibrasi, Rekayasa, dan Jaringan Komunikasi, Widada Sulistya menuturkan AWOS merupakan sistem pengamatan cuaca bandara yang dikonfigurasi untuk memberikan informasi kondisi cuaca bandar udara secara real time berupa parameter suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, arah dan kecepatan angin, jarak pandang, serta tinggi awan.

Informasi ini, lanjut Widada akan ditransimisikan ke stasiun meteorologi penerbangan dan layanan navigasi untuk panduan tinggal landas dan lepas landas pesawat terbang.

Pengembangan AWOS iRMAVIA melalui berbagai tahap. Tahap awal, tahap di mana memiliki fokus pada perancangan sistem dan tampilan. Tahap berikutnya, meliputi penyempurnaan sistem, penyandian otomatis, dan penyiapan implementasi. Terakhir, pengembangan sistem meliputi implementasi sistem dan evaluasi.

Baca Juga :  Kemarau Kering Diprediksi Berakhir di Akhir Oktober Ini

“Pada tahap awal, BMKG telah mengembangkan penggunaan data dan sensor secara fleksibel. Selain itu, dilakukan pembutan interface dengan 3 fitur display, tower view, observer pressure view yang digunakan untuk mendukung keselamatan penerbangan,” ucap Widada. Proses terakhir, imbuh Widada, akan dilakukan pengembangan data observasi dalam database.

“Dengan adanya produk ini, menjadi langkah awal bagi Indonesia menuju kemandirian penyediaan peralatan penunjang keselamatan penerbangan sehingga angka kecelakaan transportasi udara akibat faktor cuaca dapat diminimalisir,” harap Widada.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Humas BMKG

Share :

Baca Juga

Nusantara

Gandeng Tonjoo dan ProPS, SMSI Gagas Virtual Workshop WordPress Website Improvement

Jambi

Fasilitas Gas Akatara, Serap 99 Persen Tenaga Kerja Indonesia

Muratara

SKK Migas dan SRMD Dukung Muratara Juara Stand Kreatif di Apkasi Otonomi Expo 2025

Covid-19

Anak-anak Usia di Bawah 18 Tahun Boleh Mudik Lebaran Tanpa Tes Antigen dan PCR

Nusantara

SKK Migas dan KKKS Akan Gelar Forum KapNas ketiga tahun 2023

Nusantara

Matilah Kau Undang-Undang Pers

Nusantara

Agus Fatoni Dilantik sebagai Pj Gubernur Sumsel

Nusantara

Saleh Husin : Smart Class Room Fakultas Teknik UI Guna Mencetak SDM Unggul