Home / Nusantara

Senin, 16 September 2019 - 11:05 WIB

Presiden Jokowi: KPK itu Lembaga Negara, Institusi Negara, Jadi Bijaklah dalam Kita Bernegara

JAKARTA, SH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga negara dan institusi negara, untuk itu semua pihak harus bijak dalam bernegara. Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dihadapan sejumlah wartawan, Senin (16/9/2019) di Hotel Sultan, Jakarta.

Presiden menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan kiprah dan kinerja para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepala Negara juga menilai bahwa kinerja lembaga antirasuah tersebut sudah sangat baik dalam melakukan penindakan dan pencegahan terhadap tindak pidana korupsi di Indonesia.

“Sejak awal saya tidak pernah meragukan pimpinan KPK yang sekarang dan sudah saya sampaikan berkali-kali bahwa kinerja KPK itu baik,” katanya.

Menanggapi kabar penyerahan mandat yang dilakukan sejumlah pimpinan KPK, Kepala Negara mengatakan bahwa hal tersebut tidak diatur dan tidak dikenal dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.

Baca Juga :  Presiden Joko Widodo Kunjungi Migas Corner

“Dalam Undang-Undang KPK tidak ada. Tidak mengenal kita yang namanya mengembalikan mandat. Enggak ada. Yang ada itu mengundurkan diri, ada. Meninggal dunia ada, terkena tindak pidana korupsi, iya. Tapi yang namanya mengembalikan mandat itu enggak ada,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah terus memperjuangkan sejumlah substansi yang ada dalam revisi yang diinisiasi oleh DPR tersebut. Ia mengajak semua pihak untuk bersikap bijak dalam bernegara.

“Saat ini pemerintah sedang bertarung memperjuangkan substansi-substansi yang ada di revisi KPK yang diinisiasi oleh DPR, seperti yang sudah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu. Jadi perlu saya sampaikan, KPK itu lembaga negara, institusi negara. Jadi bijaklah dalam kita bernegara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi jalannya revisi Undang-Undang KPK yang sedang dibahas di DPR. Presiden berpandangan bahwa hal tersebut menjadi tugas seluruh pihak agar KPK tetap memiliki posisi yang kuat dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sambut Kelahiran Cucu Kelima, Anak Ketiga Pasangan Kahiyang Ayu dan Boby Nasution

“Mengenai revisi Undang-Undang KPK, itu kan ada di DPR, marilah kita awasi bersama-sama. Semuanya mengawasi agar KPK tetap pada posisi kuat dan terkuat dalam pemberantasan korupsi. Tugas kita bersama,” jelasnya.

Disinggung oleh para jurnalis mengenai pertemuan antara Presiden dengan pimpinan KPK, Presiden mengatakan bahwa apabila terdapat permohonan resmi yang diajukan, maka pihaknya akan mengatur waktu pertemuan tersebut.

“Kalau ada tentunya akan diatur waktunya dengan acara yang ada di presiden,” tandasnya.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Biro Pers Istana Kepresidenan

Share :

Baca Juga

Nusantara

Sultra Siap sebagai Tuan Rumah HPN 2022

Ekonomi

Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Pangan Beras di Kota Bitung

Nusantara

Mappilu PWI Dorong Pilkada Serentak 2020 Sehat dan Berbudaya

Nusantara

Presiden Jokowi Tinjau Stadion Utama Papua Bangkit

Covid-19

Sudah Saatnya Pers Diberi Insentif Ekonomi

Ekonomi

Perubahan Jajaran Direksi, Pertamina Hulu Energi Siapkan Kinerja Makin Unggul

Nusantara

Wapres JK : Pada 2045 nanti Jumlah Penduduk Indonesia akan Meningkat menjadi 350 juta Jiwa

Berita TNI

Komisi I DPR RI Dukung Gerak Cepat KSAD Dudung Atasi Masalah Papua