Home / Ekonomi / Nusantara

Senin, 30 Juli 2018 - 11:19 WIB

Bantu Keakuratan Data Penduduk Miskin Merupakan Peranan Penting Pemda Agar Bansos Tepat Sasaran

JAKARTA, Sumatera Headline – Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2018, tingkat kemiskinan di Tanah Air telah turun di angka satu digit, yakni 9,82 persen atau yang terendah dalam sejarah sejak krisis tahun 1998.

Menurut BPS, salah satu faktor yang berperan dalam penurunan angka kemiskinan tersebut adalah program Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang terus meningkat dan disalurkan dengan tepat waktu dan tepat sasaran.

Kendati demikian, agar Pemerintah dapat terus menurunkan angka kemiskinan, maka dibutuhkan peran serta pemerintah daerah (pemda) dalam membantu memverivikasi data penduduk miskin, sehingga penyaluran Bansos semakin tepat sasaran.

Baca Juga :  Meresahkan Warga, ODGJ Digelandang ke Polsek

Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Fakta Penurunan Angka Kemiskinan” bertempat di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (30/7/2018).

“Peran pemda dalam verifikasi data sangat penting, karena Kemensos tidak punya tangan di daerah. Kalau pemda lambat update data, kurang akurat, maka akhirnya Kemensos akan mendistribusikan Bansos tidak tepat. Daerah sangat penting, bukan hanya tugas pemerintah pusat. Paling tidak daerah harus bantu data verifikasi data seakurat mungkin,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat mengungkapkan bahwa penyaluran Bansos Tunai pada Tahap I bulan Februari 2018 dan Tahap II bulan Mei 2018 telah disalurkan secara tepat waktu sebanyak 97 persen. Selain itu,

Baca Juga :  Garis Kemiskinan yang Ditetapkan BPS Sudah di Atas Standar Bank Dunia

Selain itu, penyaluran program Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Kuartal I 2018 sekitar 95 persen telah dilaksanakan sesuai jadwal.

“Target penurunan angka kemiskinan yang lebih rendah dari capaian tersebut terus diikhtiarkan oleh Pemerintah. Diharapkan pada Maret 2019 persentase angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan signifikan menjadi 9,3 persen,” ujarnya.

Turut hadir pula dalam FMB 9 kali ini Kepala BPS Suhariyanto dan Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto.

Editor : J. Silitonga

Sumber : FMB’9

Share :

Baca Juga

Hukum

Kunker Anggota Komisi III DPR RI ke Banten, Soroti Kelebihan Penghuni Lapas

Nusantara

Bambang Trihatmodjo: Pupuk Bregadium Bukti Kiprah Berkarya untuk PertanianĀ 

Nusantara

Masuk Agenda HPN 2022, Kolaborasi Kementerian LHK dan PWI untuk Mangrove Indonesia

Nusantara

PHE Jambi Merang Terima Penghargaan Indonesia Best Social Responbility Awards

Ekonomi

Tol Kayu Agung – Palembang Tuntas Juli 2020

Ekonomi

Presiden Jokowi Tunjuk Perry Warjiyo sebagai Calon Gubernur BI

Hukum

Bagir Manan Bersama Konstituen Dewan Pers Siap Beri Kesaksian di Sidang MK

Hukum

Tandatangani Perpres tentang FIR, Presiden Tegaskan Kedaulatan Ruang Udara Indonesia