Home / Nusantara

Rabu, 27 Maret 2019 - 17:25 WIB

Aspek Kebencanaan Harus Menjadi Pertimbangan Dalam Perencanaan Pembangunan

BANDUNG, SH – Dihadapan para kepala daerah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, agar dalam perencanaan pembangunan di daerah dapat mempertimbangkan aspek-aspek pengurangan risiko bencana.

Hal itu, disampaikan Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang disampaikan dalam Rapat Kerja Gubernur Forum Kerjasama Daerah- Mitra Praja Utama (FKD-MPU), di Trans Luxury Hotel Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/3).

“Untuk mematuhi tata ruang wilayah provinsi, kabupaten dan kota yang telah ditetapkan, apalagi Lampung sampai NTT ini barisan-barisan provinsi yang berisiko tinggi bencana atau area rawan bencana, maka perencanaan anggaran di daerah harus ada alokasi untuk penanggulangan bencana. Sedikitpun harus dialokasikan, seandainya terjadi bencana ditangani lebih dahulu,” kata Presiden sebagaimana dikutip oleh Mendagri.

Presiden juga menekankan agar melibatkan akademisi dan pakar kebencanaan dalam mengkaji dan menganalisis potensi bencana agar mampu memprediksi ancaman bencana sehingga daerah mampu mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana.

Baca Juga :  Menkopolhukam : Pemilu sebagai Ajang Memilih Pemimpin bukan Ajang Permusuhan

“Setidaknya masing-masing daerah provinsi, kabupaten/kota yang rawan bencana, perlu memiliki ahli/juru bicara yang memberikan pemahaman/edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana sehingga masyarakat siap,” kata Tjahjo.

Gubernur, lanjut Presiden sebagaiana disampaikan Mendagri, otomatis menjadi komandan satuan tugas pada saat kejadian bencana. Pangdam, Kapolda menjadi wakil satuan tugas untuk membantu gubernur, selanjutnya bupati/wali kota menjadi sub satuan tugas di tingkat kabupaten/kota.

Sistem Peringatan Dini

Presiden Jokowi juga menekankan perlunya setiap daerah, khususnya daerah yang rawan bencana, membangun dan mengembangkan sistem peringatan dini melalui warning system secara terpadu antara pusat dan daerah yang berbasis rekomendasi serta masukan hasil penelitian dan kajian dari para akademisi serta para pakar kebencanaan.

Baca Juga :  Mendagri Terbitkan Aturan Pemberian THR dan Gaji ke-13 oleh Pemda

Selain itu, setiap daerah perlu melakukan edukasi kebencanaan dengan memberikan pemahaman mulai dari potensi setiap wilayah bencana sampai pada antisipasi menghadapi bencana.

“Seluruh daerah terutama daerah rawan bencana sampai pada tingkat masyarakat, baik tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota harus secara terpadu dalam upaya menyampaikan edukasi kebencanaan ini,” terang Tjahjo.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan pentinya melakukan simulasi latihan siaga bencana

“Berbagai elemen masyarakat harus dilibatkan dalam latihan bencana secara berkala. Saya kira ini bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, maupun tokoh agama”. Pungkas Tjahjo mengutip arahan Presiden Jokowi.

Editor : J. Silitonga

Sumber : Puspen Kemendagri

Share :

Baca Juga

Nusantara

Pemerintah Menang Arbitrase IMFA, Rp6,68 Triliun Diselamatkan

Ekonomi

Ekspor Perdana Produk Unggulan Desa Sejahtera Astra di Makasar Senilai Rp6,5 Milliar

Nusantara

Ibunda Presiden Jokowi Tutup Usia

Nusantara

Pagu Anggaran Kementrian PUPR Tahun 2021 Sebesar Rp 149,81 Triliun Disetujui Komisi V DPR RI

Nusantara

Jangan Pernah Janjikan Sesuatu yang Kita Tidak Mampu

Musi Rawas

Hadiri Rakornas Kebudayaan di Kemenko BPMK, Bupati Musi Rawas Harapkan Budaya Gotong Royong dan Budaya Silahturahmi Ditingkatkan

Nusantara

Pengembangan Bandara Soedirman Mulai Diresmikan

Nusantara

Rangkaian HPN 2023, Sapto Anggoro: Media Perlu Kembali pada Visi dan Misinya
error: Content is protected !!