Home / Nusantara

Minggu, 11 Maret 2018 - 07:27 WIB

Apresiasi Penangkar Burung, Jokowi : Roda Ekonomi Kerakyatan Tumbuh

*Presiden Jokowi Apresiasi Penangkar Burung*

BOGOR, Sumatera Headline – Presiden Joko Widodo mengapresiasi banyaknya penangkaran burung di berbagai daerah. Selain memberikan ruang bagi penggemar burung, penangkaran juga bisa menjaga spesies burung dari kepunahan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam acara Festival dan Pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi tahun 2018 yang dihelat di Kebun Raya Bogor, Minggu, 11 Maret 2018.

“Tadi ada penangkaran murai, ada penangkaran kolibri, jalak. Contoh jalak bali, dulu akan punah. Sekarang setelah ditangkarkan jumlahnya banyak sekali,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan Indonesia memiliki keanekaragaman burung yang sangat tinggi di dunia. Berdasarkan data Burung Indonesia (2017), jumlah jenis burung di Indonesia tercatat 1.769 jenis. Tercatat 531 jenis burung yang statusnya dilindungi, antara lain jenis elang, jalak bali, rangkong gading, kasuari, gelatik jawa, cucak rawa, dan lain-lain.

Selain itu Indonesia juga memiliki jumlah burung endemik tertinggi di dunia. Di Indonesia tercatat lebih dari 372 jenis burung endemik, yaitu jenis burung yang tidak dapat ditemukan di negara lain di dunia

Baca Juga :  Saat Presiden Berbelanja di Pasar Sota, Merauke

“Ini merupakan sebuah kekayaan besar yang diberikan Allah kepada kita. Oleh karena itu, saya sangat menghargai banyaknya penangkaran burung yang ada di banyak daerah sekarang ini,” katanya.

Selain dari segi lingkungan hidup, Presiden mengatakan penangkaran burung dan kontes peraga dan kicau burung ini merupakan hal yang positif sebagai bagian dari budaya masyarakat dan sebagai aktivitas yang juga bernilai ekonomi.

“Dengan penangkaran ini roda ekonomi kerakyatan tumbuh. Ada pembuatan sangkar burung, pakan burung, obat-obatan, semuanya semakin tumbuh. Sekarang perputarannya Rp1,7 triliun per tahun,” lanjutnya.

Jenis-jenis burung yang tengah ditangkarkan di Indonesia sendiri tercatat sejumlah 51 jenis. Untuk burung kicau, baru sekitar 9 jenis yang sudah ditangkarkan yaitu: anis merah _(Zoothera citrina),_ lovebird _(Agapornis sp.),_ cucak rawa _(Pycnonotus zeylanicus),_ murai batu _(Copsychus malabaricus),_ kacer/murai _(Copsychus saularis),_ ciblek _(Prinia familiaris),_ cucak hijau _(Chloropsis sonneratii),_ cica hijau _(Chloropsis sonnerati),_ dan kenari _(Canarium xp)._

Seluruh jumlah penangkar satwa di Indonesia ada 1.018 unit dan di antaranya penangkar burung sebanyak 428 unit penangkaran. Adapun dalam syarat izin penangkaran disebutkan 10 persen hasil penangkaran harus dilepaskan ke alam liar.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Pada festival kali ini, Presiden Joko Widodo juga ikut ambil bagian. Burung murai batu milik Presiden mendapat nomor 36 dalam kontes ini. Sayangnya burung yang ia ikutkan harus kalah dari peserta lain. Festival ini sendiri diikuti oleh sekitar 4.000 ekor burung dari 700 pemilik. Ada 18 jenis burung yang dilombakan seperti murai batu, cucak rawa, madu pengantin (kolibri ninja), ciblek, dan sebagainya.

“Kalah. Gimana lagi? Berarti jurinya jujur. Juara pertama mau saya beli, tapi pemiliknya bilang nggak dijual,” lanjutnya.

Presiden juga mengatakan bahwa sebenarnya yang lebih senang pelihara burung adalah Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Kahiyang Ayu.

“Saya cuma penikmat. Tapi yang paling saya ingat sekarang ini di Kebun Raya, di istana, burung semakin banyak. Sekarang ada kutilang, jalak suren, kemudian burung lain. Apalagi yang kecil-kecil. Ada prenjak kalau pagi sering kelihatan,” pungkasnya.

Naskah : Machmudin

Editor : J. Silitonga

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Nusantara

Surat Edaran KPK, ASN Dilarang Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran

Musi Rawas

Bertemu Bupati, Jokowi Tekankan Sinergisitas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Dapat Sejalan

Nusantara

Kompetisi Jurnalistik UKW PWI-BUMN Sediakan Total Hadiah Rp50 Juta

Hukum

Bentuk Satgas Pengawasan Produksi dan Distribusi Minyak Goreng Curah

Nusantara

Pembangunan Ruas Tol Baru Hingga 2024 Ditargetkan 2.724 Km

Nusantara

Menkominfo : Facebook Paling Rendah Penuhi Permintaan Blokir Konten Hoaks

Ekonomi

SKK Migas Berhasil Tambah Cadangan Migas 495 MMBOE dalam 7 Bulan

Nusantara

Pentingnya Basis Data Tunggal untuk Pengembangan Berkelanjutan