PALEMBANG — Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Selatan resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Rifan Financindo Berjangka Kantor Cabang Palembang usai pelantikan pengurus JMSI Sumsel, Selasa (28/7).
Penandatanganan yang disaksikan Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, tersebut menjadi awal kolaborasi kedua pihak dalam meningkatkan literasi keuangan digital dan pemahaman masyarakat terhadap perdagangan berjangka komoditi.
Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka Kantor Cabang Palembang, Eko Budhi Prasetyo, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami perkembangan ekonomi digital beserta peluang dan risikonya.
“Melalui kolaborasi dengan media siber, edukasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” ujar Eko.
Menurut dia, literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga pemahaman terhadap regulasi, risiko, dan peluang di sektor perdagangan berjangka komoditi agar masyarakat terhindar dari praktik investasi ilegal.
Ketua JMSI Sumsel, Firdaus Komar, menegaskan kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, melainkan akan diwujudkan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat.
“Melalui MoU ini kami berharap dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan digital. Media siber memiliki peran strategis menyebarkan informasi yang benar sehingga masyarakat semakin melek digital dan cerdas secara finansial,” kata Firdaus.
Ia menilai kolaborasi dengan lembaga resmi menjadi penting di tengah maraknya penyebaran informasi menyesatkan dan penawaran investasi ilegal melalui media sosial.
Sebagai tindak lanjut, JMSI Sumsel bersama PT Rifan Financindo Berjangka akan menggelar berbagai kegiatan edukasi, mulai dari webinar, talk show, penyediaan konten literasi di media anggota JMSI, hingga workshop keuangan digital di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
Kerja sama tersebut diharapkan menjadi model sinergi antara organisasi pers dan dunia usaha dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat sekaligus mendukung kesiapan menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Editor: Jhuan









