Home / Nusantara

Minggu, 16 Juni 2019 - 04:54 WIB

SKK Migas dan INPEX Corporation Tandatangani HoA Blog Masela

JAKARTA, SH – Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, dan Shunichiro Sugaya, President Direktur INPEX Indonesia, melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) pengembangan lapangan hulu migas Abadi di Blok Masela, Sabtu (15/6/2019) di Karuizawa, Jepang.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hiroshige Seko, serta  Takayuki Ueda, CEO dan Presiden Direktur INPEX Corporation, menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.

“Setelah sekian lama dilakukan pembahasan, penandatanganan HOA ini menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, dengan nilai sekitar 18-20 miliar dollar AS, yang terbesar untuk investasi 1 (satu) kegiatan di Indonesia, dan merupakan investasi Jepang terbesar sejak 5 dekade terakhir,” kata Menteri ESM Ignasius Jonan.

Baca Juga :  Pemerintah Menang Arbitrase IMFA, Rp6,68 Triliun Diselamatkan

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menambahkan, pengembangan di Blok Masela akan menjadi awal yang baik dalam dalam pengembangan hulu migas di laut dalam Indonesia bagian timur.

“Dengan pengembangan lapangan Masela, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment di Indonesia, terciptanya multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri, dalam rangka mendukung perekonomian nasional, dan ke depannya di harapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan semakin kompetitif,” ucap Dwi.

Baca Juga :  Presiden Jokowi : Diplomasi Kopi akan Menjadi Perekat Baru Hubungan Bilateral Kita

Setelah penandatanganan HoA, yang telah mencakup semua hal utama dalam parameter proposal revisi Plan of Development (POD) lapangan Abadi di Blok Masela, diharapkan penyelesaian revisi POD dapat dilakukan dalam waktu yang secepatnya.

Pengembangan hulu migas di Masela diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi Gas Bumi sekitar ekuivalen 10,5 juta ton (mtpa) per tahun (sekitar 9.5 juta ton LNG per tahun dan 150 mmscfd Gas Pipa), dengan target onstream di tahun 2027. 

Editor : J. Silitonga

Sumber : Humas Kementrian ESDM

Share :

Baca Juga

Nusantara

Soal Untuk SKD CPNS Dalam Tahap Pengimputan, Nadiem: Proses Pembuatannya Cukup Ketat

Hukum

KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim sebagai Tersangka

Nusantara

Menteri Rini Ungkap 5 Kunci Sukses Pimpin BUMN

Nusantara

Terbesar di Indonesia, Menkominfo Minta SMSI Sehatkan Demokrasi Lawan Hoax

Nusantara

Upaya-Upaya Pemerintah Penuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Covid-19

Fokus Kita Mencegah Meluasnya Covid-19

Nusantara

10 Juni ASN Masuk Kerja, Bila Absen Dikenakan Sangsi Disiplin

Nusantara

Menhub Minta PT KAI Bentuk Tim Khusus Untuk Antisipasi Gangguan Operasional KRL Jabodetabek