Home / Kesehatan / Nusantara

Kamis, 9 April 2026 - 20:39 WIB

Dosen UNIMUS Luncurkan Buku Saku Digital SMART-HTN untuk Kendalikan Hipertensi

Foto bersama lounching Buku Saku Digital SMART-HTN

Foto bersama lounching Buku Saku Digital SMART-HTN

KARANGANYAR — Inovasi di bidang keperawatan kembali dihadirkan akademisi Indonesia. Dosen Program Studi Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna Aji, meluncurkan buku saku digital SMART-HTN: Panduan Praktis Self-Management Hipertensi untuk Pasien dan Keluarga.

Buku saku tersebut telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan menjadi luaran utama dari Hibah Penelitian Fundamental yang didanai RisetMu Diktilitbang Muhammadiyah. Peluncuran dilakukan di Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, yang juga menjadi lokasi penelitian dan implementasi program.

Prima menjelaskan, rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi menjadi persoalan utama dalam pengendalian hipertensi. “Berdasarkan studi pendahuluan, tingkat kepatuhan minum obat dan pengelolaan gaya hidup pada pasien hipertensi masih sangat rendah, sehingga meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung,” ujarnya.

Sebagai solusi, SMART-HTN dikembangkan dengan pendekatan edukasi interaktif dan aplikatif yang berorientasi pada perubahan perilaku. Buku saku digital ini memuat panduan komprehensif, mulai dari pemantauan tekanan darah mandiri, kepatuhan terapi, aktivitas fisik, pengendalian faktor risiko, hingga pola hidup sehat yang mudah dipahami pasien dan keluarga.

Baca Juga :  Bangga Menjadi Bagian Kampus Unimus Semarang: 26 Tahun dan Visi Mendunia

Program ini juga mengedepankan pendekatan nurse-led intervention dengan melibatkan keluarga sebagai bagian dari sistem pendampingan. Pendekatan tersebut dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan praktik sehari-hari pasien.

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi bersama Marta Tania Gabriel Ching Cing dan Dr. Elinda Rizkasari. Dari penelitian tersebut, tim menghasilkan sejumlah capaian akademik berupa publikasi di jurnal terakreditasi nasional serta beberapa HKI, termasuk buku saku digital dan konvensional serta buku ajar ber-ISBN nasional.

Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Jatipuro, dr. Rifai Gani Saputra, menyambut baik implementasi program tersebut. Ia menilai SMART-HTN memberikan manfaat nyata bagi pasien dalam meningkatkan pemahaman penyakit dan kepatuhan pengobatan.

Baca Juga :  Bersama Prima Trisna Aji, Dosen Prodi PGSD Unisri Surakarta Terbitkan Penelitian Kolaborasi Multidisiplin

“Program ini sangat membantu pasien memahami penyakitnya dan mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat,” katanya.

Sebagai bagian dari amal usaha PDM Muhammadiyah Karanganyar, klinik tersebut terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berbasis inovasi dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan ini menjadi contoh sinergi dalam peningkatan kualitas pelayanan berbasis riset.

Ke depan, Prima menargetkan pengembangan SMART-HTN dalam bentuk aplikasi berbasis Android agar dapat diakses lebih luas. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan hipertensi berbasis self-management.

“Edukasi kesehatan tidak boleh berhenti di fasilitas pelayanan, tetapi harus berlanjut di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari pasien,” tegasnya. **

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Nusantara

Kongres XXIV PWI, Menegakkan Pers Kebangsaan yang Independen, Profesional, dan Berintegritas

Nusantara

Presiden Jokowi Kunjungi Space X Bersama Elon Musk

Bengkulu

Polda Bengkulu Gelar Bakti Kesehatan dan Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Nusantara

Luncurkan One Two Trees, Komitmen SKK Migas Jaga Keberlanjutan Lingkungan

Nusantara

Menteri PUPR Apresiasi Peluncuran Pelatihan Auditor Eksekutif oleh BPKP

Kesehatan

Konsisten Berikan Perlindungan untuk Masyarakat

Nusantara

Terbesar di Indonesia, Menkominfo Minta SMSI Sehatkan Demokrasi Lawan Hoax

Ekonomi

KTT ke-26 ASEAN APT Sepakati Kerjasama Pembangunan Ekosistem Kendaraan Listrik Kawasan