SUMATERA HEADLINE– 20 Oktober 2026, Pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, genap berusia 2 tahun.
Dalam dua tahun ini, berbagai program prioritas telah dilaksanakan sepenuhnya, bahkan semuanya menyentuh langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Hal itu terungkap pada siaran resmi Sekretariat Kabinet Merah Putih. Dalam video siaran tersebut dialami pada pembentukan Kabinet Merah Putih pada 20 Oktober 2026.
Sejak awal, Presiden Prabowo menegaskan untuk setia pada Bangsa dan Negara Indonesia serta bersama-sama menjaga dan mengelola kekayaan bangsa untuk pelayanan kepada rakyat.
Dalam video tersebut juga ditampil berbagai hasil capaian program prioritas hingga pembangunan yang telah dicapai selama 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo dan Gibran.
Pada sektor ketahanan pangan, Pemerintah mencatat swasembada 8 komoditi pangan dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah yakni mencapai 5,2 juta ton.
Kemudian di sektor pendidikan, pemerintah telah mampu membangun dan mendirikan sebanyak 265 sekolah rakyat yang langsung berdampak terhadap pendidikan anak bangsa.
Bahkan, berkat hadirnya sekolah rakyat, 43.000 anak jalan kini kembali menikmati pendidikan. Kemudian, sebanyak 30.000 sekolah juga telah direnovasi.
Tak hanya itu, 2 tahun Pemerintahan Presiden Prabowo juga telah memberikan kesejahteraan kepada para guru di Indonesia dengan menaikan insentif guru honorer menjadi 30 persen.
Serta mengangkat 240.000 guru P3K paruh waktu menjadi penuh waktu tanpa tes mulai Januari 2027, dan sebanyak 288.180 layar interaktif telah dibagikan ke sekolah-sekolah di Indonesia.
Sementara di bidang pemenuhan gizi, Pemerintah Presiden telah menggagas program prioritasnya yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, total 62 juta masyarakat tercatat sebagai penerima manfaat.
Bidang kesehatan juga tak luput dari capaian 2 tahun kepemimpinan Pemerintah Presiden Prabowo. Melalui pelayanan cek kesehatan gratis, sebanyak 108 juta rakyat Indonesia telah menikmatinya dan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, pemerintah Presiden juga telah membangun 22.000 rumah sakit baru di seluruh penjuru negeri.
Di sektor perumahan dan kawasan, sebanyak 400.000 rumah telah selesai diperbaiki dan 100 kampung nelayan merah putih telah dibentuk. Serta infrastruktur penunjang lainnya seperti irigasi sepanjang 9.000 Km, 3.500 jembatan, 2.228 Km jalan Inpres dan 3.000 titik air sumur bor baru.
Sementara di sektor keagamaan, pemerintah juga membangun kampung haji. Kemudian untuk sektor energi, pemerintah juga mencatat capaian swasembada energi melalui BBM solar B50.
Tak hanya sebatas itu, pemerintah juga mencatat telah menyelamatkan kekayaan negara sebesar leboh dari Rp54,8 triliun, pelunasan hutan obligasi BLBI senilai Rp218,3 triliun, dan penghematan sebesar Rp50 triliun setiap tahunnya melalui penutupan 290 BUMN.
Dibidang investasi, capaian realisasi investasi 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo telah mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 5.485.944 orang.
Di bidang olahraga, pemerintah juga telah merampungkan pembangunan 17 stadion baru dan renovasi yang berstandar Fifa.
Selain itu, pemerintahan juga masih melanjutkan agenda hilirisasi sebanyak 26 proyek, termasuk proyek baterai EV terbesar di Asia Tenggara
Dengan capaian nyata selama 2 tahun kepemimpinan, Presiden Prabowo menegaskan, bahwa perjuangan kedepan masih cukup panjang, meskipun berbagai masalah dan kesulitan telah diselesaikan.
“Kita berjuang agar rakyat kita sejahtera, kita berjuang agar kita petani, nelayan, buruh dan seluruh rakyat Indonesia kita sejahtera. Agar mereka hidup dengan baik agar anak-anak bisa sekolah dengan baik, agar mereka punya rumah yang layak, agar mereka kalau sakit bisa ke rumah sakit, bisa ke poliklinik. Itu tujuan kita merdeka,” ucap Presiden Prabowo dalam video.
Presiden juga menegaskan, bahwa dengan kekayaan negara yang melimpah, Bangsa Indonesia harus mampu mandiri, bangsa Indonesia harus mampu berdiri diatas diatas kaki sendiri.
“Sekarang kita buktikan kepada rakyat, bahwa kita bertekad untuk mengamankan dan menyelamatkan kekayaan negara. Ini adalah bukti bahwa Negara Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan bangsa sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri. Kita siap bekerja keras menuju Indonesia Emas, menjadi bangsa yang kuat, merdeka, berdaulat, adil dan makmur,” tutup Presiden. (SH-03)









