PALEMBANG, Sumatera Headline – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi peran para Kyai, habaib dan para ulama yang terus mendorong program keagamaan yang telah digagasnya. Salah satunya yakni dengan berkontribusi dalam mendirikan rumah tahfidz dan pengembangan pondok pesantren untuk pendidikan anak.
Seperti yang dilakukan yayasan Ponpes Assa’adatud Daroien Palembang. Dimana ponpes tersebut kembali melakukan pengembangan.
“Kita bangga dengan berdirinya banyak pondok pesantren di Sumsel ini. Ini dapat mempercepat upaya Sumsel untuk menjadi daerah religius,” kata Herman Deru ketika melakukan peletakan batu pertama di pesantren tersebut, Selasa (29/3/2022).
Dia menyebut, pemerintah sendiri tentu akan memfasilitasi kebutuhan dalam pembangunan dan pengembangan pesantren maupun rumah tahfidz tersebut.
Kendati begitu, lanjutnya, perkembangan pusat pendidikan keagamaan tersebut dijaga dengan baik.
Upaya untuk menjadikan Sumsel religius merupakan gagasan Gubernur Herman Deru sejak awal kepemimpinannya. Salah satunya melalui program satu desa satu rumah tahfidz.
Upaya itupun mendapat dukungan sejumlah pihak. Dimana saat ini rumah tahfidz di Sumsel tercatat sudah lebih dari 3500 yang tersebar di sejumlah desa maupun kelurahan.
Turut hadir, Mudir Ponpes Rubathul Al Mahibbieen Abuya Umar Abdul Aziz bin Syahab, Anggota DPRD Sumsel Alferenzi Panggarbesi, Camat Kalidoni Rama Cahaya Putra, dan sejumlah Kepala OPD di Sumsel. (SH-02)









