Home / Nusantara / SMSI

Selasa, 9 Juni 2020 - 05:34 WIB

Audiensi SMSI-DPR RI, Perspektif dan Tone Pemberitaan Sulit Disatukan

JAKARTA, SH – Rencana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk menyatukan banyak perusahaan media online yang berbeda-beda akan mengadapi kesulitan dalam hal perspektif pemberitaan.

“Masalahnya setiap perusahaan media, setiap wartawan dalam menulis berita punya perspektif masing-masing, punya sudut pandang yang berbeda-beda. Bagaimana ini menyatukannya. Ini sulit, harus ada langkah konsolidasi organisasi,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Aziz Syamsuddin ketika menerima kunjungan audiensi pengurus SMSI yang dipimpin oleh Ketua Umum SMSI Firdaus, Selasa sore, (9/6/2020) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Pada acara audiensi tersebut, Firdaus didampingi H.M.Nasir, Junaidi, Andre Sumanegara, Teguh Idham Akbar.

Audiensi diterima Aziz Syamsudin, didampingi Boby Rizaldi, Dipo Nusantara dan M. Yasin.

Baca Juga :  12 Organisasi Mahasiswa dalam Kelompok Cipayung Plus Audiensi Bersama Presiden Jokowi

Baca juga:

Sebagai organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 1000 perusahaan pers di seluruh provinsi di Tanah Air.

Aziz mengatakan, kalau tidak bisa menyamakan perspektif, paling tidak tone pemberitaan yang mestinya bisa disamakan. “Itu pun tone pemberitaan, akan mengalami gradasi yang berbeda-beda,” tutur Aziz.

Dalam penyatuan media-media online yang berbeda-beda, kata Aziz, harus ada kepentingan yang saling memberi manfaat positif. “Saling memberi manfaat ini penting, sebab kalau tidak ada, mereka akan mengembangkan kepentingan perusahaan masing-masing,” kata Aziz.

Baca Juga :  Dewan Pers Verifikasi Faktual SMSI Sumsel

SMSI Optimis
Firdaus menjelaskan, 1000 perusahaan online yang menjadi anggota SMSI akan disatukan dalam newsroom bersama. Mereka saling memanfaatkan berita-berita yang ada dalam newsroom. Tetapi mereka juga punya kewajiban untuk mengirim berita ke newsroom bersama.

Ini kepentingan yang menguntungkan buat perusahaan-perusahaan media yang bergabung dengan newsroom bersama. Jadi yang disatukan bukan sudut pandangnya, bukan perspektifnya. Pasti sulit. “Memang diharapkan setiap perusahaan media dan wartawannya mempunyai perspektif dan tone yang baik dalam pemberitaan, kalaupun memberi kritik, tentu kritik yang membangun, kritik yang mengingatkan,” kata Firdaus. (**)

Editor: J. Silitonga

Sumber: SMSI

Bagikan:

Share :

Baca Juga

Nusantara

Canda Tawa Presiden Jokowi Saat Bertemu Calon Pemimpin Masa Depan

Nusantara

Komitmen National Dong Hwa University Wujudkan Taiwan Ramah PMI

Nusantara

4.180 Prajurit Zeni TNI AD Miliki Sertifikat Keahlian Kontruksi dari PUPR

Nusantara

Presiden Jokowi Hadir di Pelantikan Anggota MPR/DPR/DPD RI Periode 2019-2024

Nusantara

Dampak Ekonomi Bagi Penyelenggara Asian Games

Nusantara

Mendagri Optimis Partisipasi Pemilu 2019 Melebihi Target 77,5%

Nusantara

Presiden Jokowi Resmikan 27 Ruas Jalan di Sulsel

Covid-19

Tiga Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di Indonesia