Home / Nusantara

Rabu, 23 Juli 2025 - 20:46 WIB

Kinerja Hulu Migas Semester I 2025 Moncer, Investasi Tumbuh 28,6%

JAKARTA – Sektor hulu minyak dan gas bumi mencatatkan sederet capaian positif sepanjang semester pertama 2025. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan delapan indikator kinerja yang tidak hanya berdampak pada industri hulu migas, tetapi juga mendukung pembangunan nasional, daerah, hingga kelestarian lingkungan.

Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/7), memaparkan capaian tersebut di antaranya adalah pertumbuhan investasi sebesar 28,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan realisasi investasi mencapai US$ 7,19 miliar atau sekitar Rp 118 triliun.

“Deretan kinerja positif ini menjadi modal penting bagi SKK Migas dan KKKS untuk mengejar target lifting minyak dan gas tahun 2025,” ujar Luky.

Ia menambahkan, meskipun di awal tahun sempat menghadapi tantangan seperti entry rate yang rendah serta kondisi cuaca yang menghambat pengeboran, koordinasi intensif dan kerja keras di lapangan mampu membuahkan hasil.

Baca Juga :  PHE Jambi Merang Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Banjir

Hingga pertengahan tahun ini, lifting minyak tercatat 580 ribu barel per hari (BOPD), lebih tinggi dibanding periode yang sama 2024 sebesar 576 ribu BOPD. Target contingent resource juga telah tercapai 151% dari target setahun penuh, dengan capaian 919 MMBOE dari target 650 MMBOE.

Dari sisi efisiensi, SKK Migas memproyeksikan cost recovery tahun ini dapat ditekan menjadi US$ 8,2 miliar, lebih rendah sekitar US$ 300 juta dari pagu yang disetujui sebesar US$ 8,5 miliar.

“Kalau cost recovery lebih rendah, maka penerimaan negara bisa lebih besar untuk mendukung program-program prioritas pemerintah,” jelas Luky.

Aktivitas pengeboran sumur pengembangan hingga Juni 2025 juga meningkat signifikan, dengan total 409 sumur atau naik 14% dari 358 sumur pada periode yang sama tahun lalu. Sementara kegiatan workover menyentuh 517 sumur atau naik 6%, dan well service meningkat 12% dengan 20.644 kegiatan.

Baca Juga :  Dari Hulu Migas, Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Bangkitkan Perekonomian Perempuan Desa Giriyoso

Selain mendongkrak kinerja produksi, industri hulu migas juga mencatat incident rate hanya 0,13 — jauh lebih baik dari target pemerintah 0,5 dan rata-rata global 0,81. Dari sisi komitmen penggunaan produk dalam negeri, realisasi TKDN melebihi target, dan hingga kini sebanyak 760 ribu pohon telah ditanam sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Mayoritas fasilitas hulu migas sudah berusia di atas 50 tahun. Incident rate yang rendah membuktikan kemampuan SDM kita. Tingginya TKDN mendukung industri nasional dan penyerapan tenaga kerja, sementara penanaman pohon menunjukkan komitmen kami menjaga lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkas Luky.

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Advertorial

Nasehat Mbak Tutut, Libatkan Tuhan dalam Menjalani Hidup Mu

Nusantara

HPN 2018 Dilaksanakan di Padang

Nusantara

75% Jemaah Telah Lunasi Biaya Haji 1440H/2019M

Nusantara

Presiden Jokowi Salat Id di Masjid Istiqlal

Berita TNI

KASAD: Bintara Otsus Harus Jadi Motivator Pembangunan di Papua

Nusantara

Pertemuan Bilateral Presiden Joko Widodo dengan Presiden AS Joe Biden di KTT G20

Nusantara

Presiden Jokowi Ingin Fasilitas Moto GP Mandalika Rampung Tahun Depan

Nusantara

Bangun Ekonomi Kerakyatan dengan Kearifan Lokal
error: Content is protected !!