Home / Ekonomi / Palembang / Sumsel

Rabu, 9 Agustus 2023 - 16:05 WIB

Pertamina EP Tandatangani Amandemen Perjanjian Kerja Sama Operasi

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Operasi

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Operasi

PALEMBANG – Mengelola Wilayah Kerja (WK) di 22 lapangan migas yang tersebar dari Aceh hingga Papua merupakan tantangan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina EP (PEP) untuk mengoptimalkan kinerja operasi, salah satunya melalui Kerja Sama Operasi (KSO) dengan pihak ketiga.

Guna mendorong optimalisasi produksi KSO lebih baik lagi, PEP menerapkan perubahan persyaratan pada perjanjian KSO kepada 3 KSO yang beroperasi di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, yaitu KSO Tangai Sukananti, KSO Meruap dan KSO Kruh. Saat ini ketiga KSO tersebut menghasilkan akumulasi produksi minyak bumi sebesar 1.504 BOPD.

Dalam amandemen tersebut, Mitra KSO menyetujui komitmen untuk melakukan investasi yang lebih massive, dengan melakukan penambahan 10 kegiatan workover, 4 sumur pemboran, implementasi program Enhance Oil Recovery (EOR) dan akuisisi seismic 2D/3D termasuk upgrading fasilitas operasi penunjang.

Baca Juga :  SKK Migas Bersama Lintas Kementerian Kunjungi Wilayah Kerja Rokan

Wisnu Hindadari selaku Direktur Utama PT Pertamina EP berharap, melalui aktivitas investasi yang dilakukan oleh ketiga Mitra KSO, produksi dapat tumbuh hingga 50% secara bertahap pada 3-5 tahun mendatang.

“Peningkatan ini sekaligus menambah gross revenue yang berdampak positif bagi Pemerintah Indonesia maupun PT Pertamina EP sebagai pemegang kontrak kerja sama,” ungkap Wisnu saat Signing Ceremony yang digelar pada Rabu (09/08/2023).

Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara yang hadir menyaksikan penandatanganan menyampaikan, perubahan perjanjian KSO ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas nasional.

“Tambahan investasi untuk peningkatan produksi di lapangan migas memerlukan terms & conditions baru yang memadai untuk mencapai minimum economic threshold. Di era transisi energi, pemerintah terus mendorong untuk mengoptimalkan potensi hulu migas untuk menjamin keamanan pasokan migas, sehingga pemerintah terbuka untuk mendiskusikan perubahan yang diperlukan agar lapangan migas dapat dikembangkan secara ekonomis,” kata Benny.

Baca Juga :  SKK Migas Sumbagsel Gelar Upacara HUT ke-80 RI di Empat Lokasi Sekaligus, Termasuk Laut Lepas

Benny menambahkan, sebagai langkah awal sudah ada kesepakatan penambahan program kerja dalam bentuk komitmen pasti maupun komitmen kerja biasa, dan tentunya ini akan menuju kepada peningkatan produksi migas PT Pertamina EP khususnya dan produksi migas nasional secara umum untuk mendukung pencapaian target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari BSCFD).

Saat ini, total produksi seluruh KSO di WK PEP menyumbang produksi minyak bumi sebesar 2.452 BOPD dari akumulasi produksi PEP nasional di mid year sebesar 71.485 BOPD yang telah dapat dicapai sesuai target kerja perusahaan. **

Editor: Jhuan

Share :

Baca Juga

Muratara

Alex Noerdin : Kerja Keras Yang Cerdas Diperlukan Untuk Sejajar Dari Kabupaten Lain

Musi Rawas

Zero Konflik, Kapolda Apresiasi Kinerja Polri dan TNI dalam Pengamanan Pilkada Serentak

Musi Rawas

Terdampak Covid-19, Kecamatan Tuah Negeri Terima Bantuan 11 Ton Beras dari Pemkab Musi Rawas

Musi Rawas

Tingkatkan Wawasan Personil Polisi, Polres Musi Rawas Gelar Cerdas Cermat

Muara Enim

Jelang Idul Fitri, Komunitas Muara Enim Bersedekah Bagikan 250 Paket Sembako

Muba

Polsek Babat Supat Salurkan Bantuan untuk Anak Penderita Hidrosefalus Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Musi Rawas

BKPSDM Empati, 11 ASN Mura Terima SK Kenaikan Pangkat

Musi Rawas

Panen Raya Padi Sawah di Musi Rawas, Mendes PDTT: BUMDes Sangat Tepat untuk Meningkatkan Perekonomian Desa