Home / Lubuklinggau / Pagar Alam / Sumsel

Rabu, 27 Juli 2022 - 16:32 WIB

Harganas ke-29, Kota Lubuklinggau Raih Tiga Juara

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama peserta Harganas Kota Lubuklinggau

Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama peserta Harganas Kota Lubuklinggau

PAGAR ALAM, Sumatera Headline – Kota Lubuklinggau sukses menyabet tiga juara sekaligus pada kegiatan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan ke-29 tahun 2022 yang dilaksanakan di Kota Pagar Alam.

Tiga juara tersebut antara lain juara pertama kabupaten/kota terbaik tingkat Provinsi Sumsel kategori capaian pelayanan KB MKJP kelompok 1, juara kedua Kampung KB Linggau Bisa dalam lomba video pendek kreatif Kampung KB cegah stunting, dan juara dua stand terbaik.

Dalam kegiatan ini, hadir langsung Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, Plt Sekda, H Imam Senen, Kepala DPPKB, Henny Fitrianti, Kepala Dinas Kesehatan, Erwin Armeidi, Kepala DP3APM, Heri Suryanto, Kepala Bappedalitbang, Emra Endi Kesuma dan Camat Lubuklinggau Timur II, Aris Husein.

Kegiatan Harganas Tingkat Provinsi Sumsel ke-29 tahun 2022 dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustiana Herman Deru dan dihadiri Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Novian Agusti serta tuan rumah, Wali Kota Pagar Alam, Alpian Maskoni beserta istri.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Beri Penghargaan Satya Lencana Wira Karya, Berikut 12 Nama Penerima

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN RI, Novian Agusti dalam sambutannya mengatakan Provinsi Sumsel mendapatkan dua penghargaan Satya Lencana dari tujuh penerima se- Indonesia.

Dua penerima penghargaan tersebut adalah Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan Bupati Pali. Hal tersebut dikatakannya berkat dorongan dan dukungan Gubernur Sumsel.

Kemudian, Novian menyebutkan, sesuai dengan tema Harganas 2022, “Ayo cegah stunting agar keluarga bebas stunting” dalam mengatasi stunting hanya bisa dilakukan sebelum terjadi stunting, yakni dengan menyelamatkan 1000 hari pertama mulai dari dalam kandungan sampai dengan usia dua tahun.

“Calon pasangan pengantin, ibu hamil dan anak di bawah 2 tahun beresiko stunting. Sumsel Mandiri Pangan yang dicanangkan Gubernur Sumsel adalah upaya memutus mata rantai stunting. Bisa zero stunting dengan dilaksanakan gotong royong, pengusaha, pejabat, pegawai dan semuanya selamatkan resiko stunting.  Karena kalau sudah stunting tidak ada obatnya, maka harus selamatkan 1000 hari pertama kehidupan,” papar Novian.

Baca Juga :  Harganas ke 29, Presiden Jokowi: Ciptakan Kemandirian Pangan untuk Penuhi Kebutuhan Asupan Gizi

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan secara nasional stunting berada di angka 24,4 persen. Menurut dia, ada sesuatu pengelolaan yang harus diperbaiki, hulu tengah dan hilir.

“Hulu calon ibu, tengah ibu hamil, dan hilir adalah anak yang dilahirkan sampai 1000 hari, tanggung jawab siapa, kita yang memiliki amanah ini yang tanggung jawab,” kata Gubernur.

Dia juga meminta untuk dilaksanakan evaluasi di KUA mengenai pernikahan, sampai pada saatnya dibimbing oleh petugas.

“Saya minta KUA disetiap kecamatan melibatkan juga tim dari BKKBN memberikan bimbingan bagi calon-calon ibu,” pintanya. Ril

Share :

Baca Juga

Prabumulih

PHR Zona 4 Tambah Potensi Produksi 1.400 BOPD dari Tiga Sumur Infill di Sumsel

Musi Rawas

Desa Peduli Pemilu Bersih diresmikan, Bupati Ingatkan Tolak Politik Uang

Musi Rawas

Dinas Sosial Musi Rawas Bantu Anak KAMIS Masuk Sekolah

Musi Rawas

Operasi Patuh Musi 2020 Di laksanakan Selama Dua Minggu

Musi Rawas

PHR Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Musi Rawas

Wartawan Musi Rawas Dukung Polres Musi Rawas Menuju WBK

Musi Rawas

Hari Pertama Bertugas, AKBP Achmad Gusti Hartono Kunjungi Polsek Muara Beliti

Covid-19

Polsek Jayaloka Gencar Laksanakan Patroli Yustisia, Warga Diimbau Disiplin Protokol Kesehatan