Home / Covid-19 / Nusantara

Senin, 30 Maret 2020 - 07:31 WIB

Fokus Kita Mencegah Meluasnya Covid-19

BOGOR, SH – Mudik saat Idulfitri atau Lebaran merupakan tradisi yang melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak di Indonesia. Sebagai gambaran, pada tahun 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta orang ke seluruh wilayah Indonesia.

Saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi bersama jajarannya, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa di tengah pandemi virus korona atau Covid-19, mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19.

“Bahkan, laporan yang saya terima dari Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY, pergerakan arus mudik sudah terjadi lebih awal dari biasanya,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 30 Maret 2020.

Sejak penetapan tanggap darurat di DKI Jakarta, ujar Presiden, telah terjadi percepatan arus mudik terutama dari para pekerja informal di Jabodetabek menuju Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta ke Provinsi Jawa Timur. Selama delapan hari terakhir ini tercatat ada 876 armada bus antarprovinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke empat provinsi tersebut.

Baca juga:

Baca Juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Musi Rawas Bertambah 2 Orang

“Ini belum dihitung arus mudik dini yang menggunakan transportasi massal lainnya misalnya kereta api maupun kapal, dan angkutan udara, serta menggunakan mobil pribadi,” imbuhnya.

Karena itu, Kepala Negara menekankan beberapa hal, yaitu pertama, fokus pemerintah saat ini adalah mencegah meluasnya Covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Kedua, demi keselamatan bersama, Presiden juga meminta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah. Menurutnya, imbauan-imbauan saja tidak cukup untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Saya melihat sudah ada imbauan-imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur kepada perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Ini saya minta untuk diteruskan dan digencarkan lagi, tapi menurut saya imbauan-imbauan seperti itu juga belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini,” paparnya.

Ketiga, Presiden melihat bahwa arus mudik yang terlihat lebih dini bukan karena faktor budaya, tetapi karena memang terpaksa. Misalnya, banyak pekerja informal di Jabodetabek yang terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang akibat diterapkannya kebijakan tanggap darurat yaitu kerja di rumah, belajar dari rumah, dan ibadah di rumah.

Baca Juga :  Senyum Nyak Sandang saat Keinginan Bertemu Jokowi Terwujud

“Karena itu saya minta percepatan program social safety net, jaring pengaman sosial yang memberikan perlindungan sosial di sektor formal, para pekerja harian, maupun program insentif ekonomi bagi usaha mikro dan usaha kecil agar betul-betul segera dilaksanakan di lapangan sehingga para pekerja informal, buruh harian, asongan, semuanya bisa memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari,” jelasnya.

Keempat, untuk keluarga yang sudah terlanjur mudik, Presiden meminta kepada para gubernur, bupati, dan wali kota untuk meningkatkan pengawasannya. Menurutnya, pengawasan di daerah masing-masing merupakan hal yang sangat penting.

“Saya juga menerima laporan dari Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY bahwa di provinsinya sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat baik di desa maupun di kelurahan bagi para pemudik. Ini saya kira juga inisiatif yang bagus,” ungkapnya.

Presiden juga mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan tersebut dilakukan secara terukur, tidak sampai menimbulkan langkah-langkah penapisan atau screening yang berlebihan bagi pemudik yang terlanjur pulang kampung.

“Terapkan protokol kesehatan dengan baik sehingga memastikan bahwa kesehatan para pemudik itu betul-betul memberikan keselamatan bagi warga yang ada di desa,” tandasnya.

Editor: J. Silitonga

Sumber: Biro Pers Istana Kepresidenan

Share :

Baca Juga

Covid-19

WBP Lapas Narkotika Muara Beliti Semangat Ikuti Vaksin Booster

Nusantara

Tommy Soeharto: Untuk Meningkatkan Produksi Pangan Nasional, Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

Nusantara

Canda Tawa Presiden Jokowi Saat Bertemu Calon Pemimpin Masa Depan

Nusantara

Indonesia Pavilion Apresiasi Karya Anak Bangsa di Event Internasional

Covid-19

PPKM Level 4, Polres Lubuklinggau Gandeng PWI Bagikan Beras kepada Masyarakat

Ekonomi

Pengelolaan Dana Desa Harus Memberikan Kemanfaatan bagi Masyarakat

Hukum

Pertimbangankan Pasal Krusial yang Potensial Lemahkan Kebebasan Pers

Ekonomi

Ekspor Perdana Produk Unggulan Desa Sejahtera Astra di Makasar Senilai Rp6,5 Milliar