TANGERANG, SH – Ketua Dewan Pers Yosef Hadi Prasetyo alias Stanley mengungkapkan, masa depan pers nantinya akan ada pada media online. Hal itu disampaikannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Serikat Media Siber Indonesia (Rapimnas SMSI), di Horizon Grand Serpong, Tanggerang, Rabu (19/12).
“Saat ini, beberapa media cetak raksasa, jaringan televisi dan media-media besar di dunia maupun di Indonesia sudah mengalihkan fokusnya kepada media online,” ujarnya.
Saat ini lanjutnya, ruang redaksi sudah bertransformasi dari ruang kerja yang monoton menjadi lebih milenials.
“Suasananya seperti kedai-kedai kopi waralaba internasional. Masa depan pers itu ada di media online,” kata Stanley, dihadapan pengurus SMSI se Indonesia.
Sementara, Ketua Umum SMSI Auri Jaya pada kesempatan itu mengatakan, jajarannya di tingkat pusat sedang mengupayakan agar awal tahun 2019 organisasi SMSI resmi menjadi konstituen dewan Pers.
“SMSI pusat sedang berupaya supaya awal tahun ini resmi menjadi konstituen Dewan Pers. Provinsi-provinsi yang mendapat penghargaan merupakan provinsi yang berperan aktif dalam program-program SMSI dan kemerdekaan pers secara umum,” kata Auri.
Acara tersebut dihadiri pengurus SMSI 34 Provinsi, selain membuka acara Rapimnas juga dilakukan pemberian penghargaan SMSI Pusat kepada enam SMSI Provinsi, yang dinilai aktif menumbuh kembangkan kemerdekaan Pers dan SMSI daerah.
Adapun keenam Provinsi itu adalah SMSI Provinsi Bengkulu, Bangka Blitung, Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Lampung. (*)
Editor : J. Silitonga









