Home / Nusantara

Rabu, 10 Juni 2020 - 14:23 WIB

Presiden Apresiasi Kinerja Gugus Tugas dari Pusat hingga Daerah

JAKARTA, SH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Gugus Tugas di tingkat pusat sampai ke daerah, sampai tingkat Desa, RT maupun RW.

“Dan juga ke seluruh tenaga medis, dokter, perawat, relawan, dan juga personel Polri dan seluruh prajurit TNI yang telah bekerja keras tak kenal waktu dengan penuh dedikasi dan pengabdian untuk pengendalian Covid,” tutur Presiden Jokowi saat kunjungan ke Kantor Gugus Tugas Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pramuka, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa ingatkan bahwa tugas besar belum berakhir. Ia menegaskan bahwa ancaman Covid masih ada dan kondisi masih dinamis.

”Ada daerah yang kasus barunya turun tapi juga ada daerah yang kasus barunya meningkat, ada daerah yang juga sudah nihil. Dan perlu saya ingatkan, jangan sampai terjadi gelombang kedua, the second wave. Jangan sampai terjadi lonjakan. Ini yang ingin saya ingatkan kepada kita semuanya,” imbuh Presiden.

Baca Juga :  Harganas ke 29, Presiden Jokowi: Ciptakan Kemandirian Pangan untuk Penuhi Kebutuhan Asupan Gizi

Baca juga:

Situasi seperti ini, menurut Presiden, akan terus dihadapi sampai vaksin bisa ditemukan dan bisa dipergunakan secara efektif.

”Karena kalau vaksinnya sudah ketemu itu masih harus ada uji klinis, uji lapangan, kemudian juga masih harus diproduksi yang memerlukan waktu. Oleh sebab itu, kita harus beradaptasi dengan Covid. Adaptasi kebiasaan baru. Dan beradaptasi itu bukan berarti kita menyerah, apalagi kalah,” terang Presiden.

Kepala Negara mengingatkan agar semua harus memulai dengan kebiasan-kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan sehingga masyarakat produktif tapi juga aman dari penularan Covid.

Menurut Presiden, tatanan baru tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, merujuk pada data-data dan fakta-fakta lapangan.

Baca Juga :  Hadiri HUT Partai Nasdem, Presiden Jokowi: Posisi Indonesia Makin Dipandang dan Dihormati Negara Lain

”Datanya kita sekarang ada, komplet semuanya dan saya minta nanti kalau data-data sudah sebagus itu, setiap hari diberikan peringatan kepada daerah-daerah yang kasusnya tertinggi atau kasusnya meningkat atau kematiannya tertinggi. Sehingga semua daerah memiliki kewaspadaan yang sama dalam penanganan di lapangan,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden sampaikan bahwa saat ini telah Pemerintah telah menggunakan indikator-indikator yang lengkap berbasis scientific, sesuai dengan standar WHO untuk menganalisa data-data dari daerah.

”Tadi juga sudah disampaikan oleh Prof Wiku, oleh dokter Dewi, ada kabupaten zona hijau tanpa kasus, zona kuning daerah dengan risiko kecil, zona oranye dengan risiko sedang, dan zona merah dengan risiko tinggi,” jelas Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam kesempatan agenda kali ini, Menko PMK Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Doni Monardo.

Editor: J. Silitonga

Sumber: Setkab

Bagikan:

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Presiden Jokowi Tunjuk Perry Warjiyo sebagai Calon Gubernur BI

Ekonomi

Survei MarkPlus Government Roundtable, Modal Usaha Jadi Tantangan Besar Pelaku UMKM Sumatera Selatan

Nusantara

Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina di Gaza

Ekonomi

Pasarkan UMKM Binaan, SKK Migas Gandeng Tokopedia

Jambi

PHE Jambi Merang Tanam 1000 Mangrove di Hutan Desa Sunsang

Ekonomi

Penetapan Kebijakan Energi Daerah Harus Dipercepat

Nusantara

Usai Umroh, Presiden Jokowi Beserta Ibu Negara Iriana dan Rombongan Kembali ke Tanah Air

Nusantara

Bertemu Petani, Presiden Berdialog tentang Harga Pupuk dan Pengeringan Padi