PRABUMULIH – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream (SHU) Pertamina terus menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan setara melalui penerapan budaya Respectful Workplace (RWP).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kampanye Respectful Workplace yang diinisiasi Pertiwi Subholding Upstream. Salah satu rangkaiannya adalah diskusi bertajuk “Behind the Silence: Mendengar untuk Paham, Bergerak untuk Pulih” yang digelar secara hybrid di Pertamina EP Prabumulih, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Psikiater dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ, Senior Manager Pendopo Field Hermansyah, dan Senior Manager Ramba Field Hanif Setiawan sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Head of Legal Counsel Zona 4 Ari Rachmadi.
Direktur Manajemen Risiko sekaligus Ketua Pertiwi Subholding Upstream, Mery Luciawaty, menegaskan bahwa seluruh pekerja memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan saling menghargai.
“Respectful Workplace ini bukan hanya tentang kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan, tetapi juga bagaimana kita membangun budaya saling menghargai, saling peduli, dan menciptakan ruang yang nyaman bagi setiap individu untuk berkembang,” ujar Mery.
Senada, General Manager PT Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto menyambut positif pelaksanaan kampanye tersebut. Menurutnya, lingkungan kerja yang aman merupakan bagian penting dari budaya keselamatan di industri hulu migas.
“Di industri hulu migas, satu suara yang tidak didengar bisa berarti satu risiko yang terlewat. Satu orang yang takut berbicara bisa berarti satu peluang perbaikan yang hilang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dr. Andreas Kurniawan menjelaskan bahwa manusia berkembang melalui cerita dan interaksi dengan sesama. Namun, masih banyak individu yang memilih memendam persoalan karena takut dianggap berlebihan atau mendapat penilaian negatif dari lingkungan sekitar.
Menurutnya, sikap tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental maupun kualitas hubungan sosial seseorang. Karena itu, ia mengajak seluruh insan Pertamina untuk berani berbicara dan lebih peduli terhadap sesama.
“Berceritalah. Jangan pernah merasa takut atau berpikir bahwa bercerita itu berlebihan. Secara medis, lebih baik dianggap lebay daripada abai,” tegas Andreas.
Sementara itu, Senior Manager PEP Pendopo Field Hermansyah dan Senior Manager PEP Ramba Field Hanif Setiawan turut membagikan pengalaman, tantangan, serta komitmen dalam membangun budaya Respectful Workplace di wilayah kerja masing-masing.
Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas jajaran manajemen, pekerja, serta mitra kerja PT Pertamina EP Zona 4. Melalui kegiatan ini, PHE berharap budaya saling menghargai, peduli, dan terbuka dapat semakin mengakar dalam lingkungan kerja sehingga mendukung keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan seluruh pekerja.
Editor: Jhuan









