SUMSEL, SH – Isu penanganan limbah atau sampah, menjadi salah satu topik yang akan menjadi bahan yang akan dibawa Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dalam rapat terbatas (Ratas) dengan Presiden RI di Jakarta dalam waktu dekat.
Diambilnya isu masalah limbah atau sampah dikarenakan Kota Palembang memiliki kontrubusi besar dalam penghasil sampah dalam jumlah volume yang besar jika dibanding 16 Kabupaten kota lainnya di Sumsel.
Untuk kesiapan dalam rapat terbatas dengan Presiden tersebut, Gubernur melakukan rapat dengan jajaran Pemerintah Kota Palembang yang mengkaji tetang rencana Pembangunan pengelolaan energi dari sampah di Kota Palembang. Ratas tersebut dipimpin langsung Gubernur H. Herman Derun di Griya Agung, Sabtu (13/7) malam.
- PHR Gandeng Polda Sumsel Perkuat Penegakan Hukum Hulu Migas
- PHR Zona 4 Perkuat Sinergi dengan Pemkab Muara Enim dan Musi Rawas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional
- Tim Elang Polres Musi Rawas Amankan Pelaku Pembawa 2.090 Gram Sabu dan 20 Butir Ekstasi
- Tata Kelola Anggaran Terbaik, SKK Migas Raih Gelar “Jawara Of The Year 2025” dari KPPN Jakarta II
- Rapat Paripurna DPRD Musi Rawas Dalam Rangka Penyampaian Raperda Inisiatif 2026
“Dari rapat terbatas ini kemungkinan akan berkembang, ada hal lain yang mungkin ditannya pak Presiden. Terutama terkait dengan rencana Pembangunan pengelolaan energi dari sampah di Kota Palembang,” ucap Gubernur.
Dikesempatan ratas yang langsung dihadiri Walikota Palembang, H Harnojoya, Forkompinda dan OPD terkait di Kota Palembang tersebut, Gubernur meminya penjelasan melalui paparan terutama yang terkait dengan upaya menanganan sampah atau limbah baik sampah organik ataupau un oraganik.
“Intinya kita mendukung apa yang menjadi rencana Kota Palembang dalam penanganan sampah. Ini juga nanti akan kita sampaikan pada pak Presiden. Dan kemungkinan pembicaraan juga akan membahas masalah infrastruktur,” tegas Herman Deru.
Sementara itu Walik Kota Palembang H. Harnojoyo menjelaskan, upaya Pemkot dalam menangani sampah telah dikakukan dengan maksimal. Dimulai dari budaya gotong royong membersihan sungai maupun sampahn ruas-ruas jalan umum. Sedangkan untuk lokasi pembuangan akhir saat ini Pemkot Palembang memiliki 25 hektar di jalan Sukawinatan namun dari jumlah terasebuat hanya tersisa 3 hektar saja.
“Karena lokasi pembuangan kian terbatas kita akan carikan solusi yakni menggunakam teknologi incinerator. Namun saat ini masih terganjal masalah administrasi karena itu kami minta Pak Gubernur dapat membantu. Sedangkan lokasi tempat pembuangan sampah di Karyajaya lahannya tidak besar. Kemungkinan juga terhalang aturan,” papar Harnojoyo.
Dirapat ini juga dibahas terkait dengan kerusakan jalan, kemacetan disejumlah ruas jalan di Kota Palembang. Pemkot berjanji akan mencari solusi dengan tetap mempertimbangkan azaz keadilan bagi masyarakat.
Editor : J. Silitonga









